Banda Aceh, Line1News – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irfannusir Rasma, menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim gabungan Polri, BNN, dan Bea Cukai yang berhasil membongkar sindikat narkoba internasional di sebuah laboratorium gelap di Kabupaten Pidie.
Pernyataan itu disampaikan Irfannusir dalam rapat paripurna DPRA dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan dan Raqan Aceh tentang APBA Tahun Anggaran 2027, di Gedung Utama DPRA, Senin, 26 Oktober 2026.
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRA Ali Basrah, didampingi Ketua DPRA Zulfadli (Abang Samalanga) serta dua wakil lainnya. Rapat itu dihadiri Penjabat (Pj.) Sekda Aceh, Taufik, dan Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Latif Usman.
Dalam kesempatan itu, Irfannusir meminta aparat penegak hukum untuk mengejar pelaku tindak pidana narkoba hingga menyasar para bandarnya. “Kami berharap kepada kepolisian mengejar pelaku-pelaku narkoba ini sampai kepada akar-akarnya,” kata Irfannusir dalam interupsinya di akhir rapat.
Irfannusir juga menyampaikan bahwa adanya isu yang berkembang menyebutkan anggota DPRA seolah-olah takut dilakukan pemeriksaan narkoba melalui tes urine. “Pada hari ini kami tegaskan, 24 jam kami siap untuk dites urine,” kata Irfannusir.
Irfannusir menegaskan bahwa dirinya siap dites urine sebagai bukti tidak menggunakan narkoba. “Sebagai tahap awal, Bapak Wakapolda, saya siap diperiksa, keluar dari dalam ruangan ini pun saya siap diperiksa [untuk] tes urine,” tegas politikus PAN itu.[]
Baca Juga: Pabrik ‘Blue Ice’ Kelas Kakap di Pidie Digulung, Sabu Senilai Rp2,16 Triliun Disita


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy