Api Hanguskan Empat Bilik Santri Dayah Nurul Islam Karieng

Personel kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran dan santri bergotong royong memegang selang air di depan bangunan bilik asrama Dayah Nurul Islam Karieng Meurah Mulia yang hangus terbakar.
Sejumlah personel Polsek Meurah Mulia bersama petugas pemadam kebakaran dan warga bergotong royong membersihkan sisa puing bangunan setelah empat bilik kamar asrama putra Dayah Terpadu Nurul Islam Karieng, Gampong Rayeuk Matang, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, hangus terbakar, Selasa (3/11/2026). Foto: Dok. Polsek Meurah Mulia

Aceh Utara, Line1News – Suasana pagi yang tenang di lingkungan Dayah Terpadu Nurul Islam Karieng seketika berubah menjadi kepanikan. Kebakaran menghanguskan empat bilik kamar asrama putra dayah yang berada di Gampong Rayeuk Matang, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara itu pada Selasa, 3 November 2026, sekitar pukul 08.50 waktu Aceh.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kebakaran mengakibatkan sejumlah barang milik santri seperti tempat tidur, lemari, kitab, dan buku pelajaran ikut terbakar. Kehilangan kitab-kitab dan catatan belajar ini meninggalkan duka mendalam bagi para santri yang tengah menuntut ilmu.

Empat bilik asrama yang terbakar merupakan fasilitas milik yayasan yang dipimpin Teungku Subki. Setiap bilik dihuni empat santri, sehingga terdapat 16 santri yang menempati empat kamar tersebut kini harus kehilangan tempat bernaung sementara.

Sinergi Cepat Petugas Gabungan di Lapangan

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ahzan, melalui Kapolsek Meurah Mulia, Ipda Mukhlis, dalam keterangannya, mengatakan kebakaran itu diketahui setelah seorang warga menghubungi pihaknya untuk melaporkan bahwa adanya kebakaran di lingkungan dayah setempat. Setelah itu, personel Polsek langsung menuju lokasi kejadian.

Mukhlis menjelaskan, sekitar pukul 09.00, pihaknya menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Kota Lhokseumawe tiba di lokasi sekitar pukul 09.20. Satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Aceh Utara juga tiba pada pukul 09.30 untuk memadamkan api.

“Berkat upaya petugas gabungan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah memastikan api terkendali, ketiga unit pemadam kebakaran meninggalkan lokasi,” ujar Mukhlis.

Selanjutnya, Perwira Pengawas (Pawas) Polres Lhokseumawe bersama tim Inafis tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi.

Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Amukan si jago merah diduga kuat dipicu oleh masalah instalasi kelistrikan pada bangunan asrama tersebut. Menurut Mukhlis, akibat kebakaran tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

Guna memastikan kronologi dan mengumpulkan bukti-bukti secara objektif, area yang terdampak kini telah disterilkan dari aktivitas umum.

“Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, personel Polsek Meurah Mulia telah memasang garis polisi di lokasi kebakaran,” pungkas Mukhlis.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy