Anugerah Bumi Tanah Rencong: Batu Bara Aceh Berjaya di Pasar Global

batu bara
Ilustrasi - ekspor batu bara. Foto: Istimewa

Banda Aceh, Line1News – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Aceh terus menunjukkan tren ekspansif pada pengujung kuartal ketiga tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor asal Aceh selama periode September 2026 mencapai 79,75 juta USD. Batu bara masih menjadi komoditas terbesar ekspor Aceh selama bulan tersebut.

Akselerasi ini mencerminkan kuatnya permintaan pasar global terhadap komoditas unggulan dari daerah berjuluk Tanah Rencong tersebut. Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengonfirmasi capaian positif ini.

“Nilai ekspor asal Provinsi Aceh, pada bulan September 2026 mencapai 79,75 juta USD,” kata Agus Andria, dikutip Line1News pada Selasa, 3 November 2026.

Agus menjelaskan, nilai impor September itu mengalami kenaikan sebesar 7,77 persen bila dibandingkan dengan angka ekspor selama periode bulan sebelumnya atau Agustus 2026. Pertumbuhan yang jauh lebih impresif terlihat pada performa tahunan (year-on-year), menunjukkan lompatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Nilai tersebut juga mengalami kenaikan sebesar 57,66 persen, jika dibandingkan kondisi bulan September 2025,” ujar Agus.

Optimalisasi Pelabuhan Lokal Kian Mendominasi

Dari sisi logistik perdagangan, mayoritas aktivitas pengapalan komoditas kini berhasil dioptimalkan melalui infrastruktur kepelabuhanan domestik di wilayah Aceh. Komoditas asal Aceh yang diekspor melalui pelabuhan di Aceh pada September 2026, sebesar 72,41 juta USD atau sebesar 90,82 persen terhadap total ekspor komoditas asal Tanah Rencong.

“Sedangkan sisanya diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, yang didominasi melalui pelabuhan di Provinsi Sumatra Utara sebesar 7,31 juta USD,” jelasnya.

India Jadi Mitra Dagang Utama, Batu Bara Penopang Utama

Negara TujuanNilai Ekspor (USD)Komoditas Utama
India64,96 JutaBatu Bara, CPO, Pupuk
Thailand6,25 JutaBatu Bara, Daging & Ikan Olahan
Filipina2,58 JutaPupuk

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, November 2026.

Merujuk pada data peta geopolitik dagang tersebut, kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara terbukti menjadi motor penggerak utama pasar global Aceh. Dari total serapan pasar, India mengokohkan posisinya sebagai mitra paling dominan dengan kontribusi senilai 64,96 juta USD melalui pengapalan komoditas jangkar seperti batu bara, CPO, dan pupuk.

Pada urutan kedua adalah Thailand senilai 6,25 juta USD, dengan komoditas utama batubara, serta daging dan ikan olahan. Sedangkan urutan ketiga adalah Filipina senilai 2,58 juta USD dengan komoditas yang diekspor berupa pupuk.

Secara keseluruhan, komoditas terbesar yang diekspor pada bulan September 2026 adalah batu bara, senilai 52,90 juta USD yang setara dengan 66,34 persen total nilai ekspor. Komoditas ini kokoh menjadi jangkar utama neraca perdagangan.

“Komoditas terbesar selanjutnya adalah lemak dan minyak hewan/nabati (CPO), pupuk, serta kopi dan rempah,” pungkas Agus.[]

Baca Juga: Ekspor Aceh Agustus 2026 Tembus 74 Juta USD, Batu Bara ke India Jadi Penopang Utama

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy