Jakarta – Rencana Kemitraan Pembangunan atau Development Partnership Plan (DPP) lima tahun (2024-2028) antara Australia dan Indonesia, diluncurkan pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams mengatakan, DPP yang baru itu mendukung agenda pembangunan Indonesia dan melanjutkan hubungan institusional serta hubungan antarmasyarakat yang kuat antara kedua negara.
Menurut Penny, Australia dan Indonesia memiliki kemitraan pembangunan yang telah berlangsung lama berlandaskan rasa saling menghormati, kolaborasi dan saling percaya.
“Rencana baru ini selaras dengan prioritas pembangunan dan perencanaan jangka panjang Pemerintah Indonesia, serta tetap fleksibel dan responsif terhadap prioritas yang muncul,” ujar Penny Williams dalam keterangan tertulis yang diterima Line1.News.
Selama lima tahun ke depan, kata dia, kemitraan pembangunan Australia dengan Indonesia akan berfokus pada dukungan terhadap transformasi ekonomi yang setara dan berkelanjutan, masyarakat yang tangguh menghadapi perubahan iklim, serta lembaga-lembaga yang kuat.
Adapun aspek-aspek utama dari DPP, sebut Penny, mencakup kemitraan iklim dan infrastruktur Australia-Indonesia yang baru. Di dalamnya mencakup pendanaan gabungan untuk meningkatkan proyek-proyek infrastruktur yang siap menghadapi perubahan iklim.
“DPP juga akan melanjutkan komitmen kuat Australia terhadap pembangunan yang dipimpin oleh masyarakat lokal, inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya
Pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan pembangunan, kata Penny, telah diajak berkonsultasi dalam penyusunan DPP tersebut.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy