Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Februari 2025 senilai 73,16 juta USD. Impor tertinggi Aceh berasal dari Amerika Serikat sebesar 41,46 persen.
“Impor Aceh selama Februari 2025 terbesar berasal dari Amerika Serikat senilai 30,34 juta USD dengan komoditas utama berupa bahan bakar mineral atau gas,” kata Pejabat Fungsional Ahli Madya BPS Aceh, Oriza Santifa, dalam konferensi pers virtual, Selasa, 8 April 2025.
Dia menjelaskan nilai impor Aceh Februari 2024 mengalami penurunan sebesar 3,51 persen dibandingkan Januari 2025. Namun, nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 114, 73 persen atau dua kali lipat lebih besar jika dibandingkan Februari 2024.
Oriza menyampaikan peringkat kedua negara asal impor adalah Uni Emirat Arab (UEA) senilai 28,63 juta USD, dengan komoditas utama juga bahan bakar mineral atau gas.
“Kemudian disusul negara Filipina senilai 8,25 juta USD, dengan komoditas utama berupa kimia anorganik,” jelas Oriza.
Menurut Oriza, secara keseluruhan komoditas utama yang diimpor selama periode Februari 2025 adalah komoditas bahan bakar mineral atau gas senilai 58,97 juta USD.
“Disusul bahan kimia anorganik dan pupuk masing-masing sebesar 8,90 juta USD dan 5,29 juta USD serta komoditas lainnya,” ucapnya.
Dia menambahkan dengan nilai impor yang lebih besar dibandingkan nilai ekspor, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada Februari 2025 mengalami defisit sebesar 19,22 juta USD.
“Selama Januari 2024 sampai Januari 2025 neraca perdagangan luar negeri terus mengalami surplus, kecuali di November 2024, Januari 2025, dan Februari 2025,” pungkasnya.[]
Reporter: Fakhrurrazi


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy