Bireuen – Anas dan Yusfauzan, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen periode 2025-2028. Pemilihan berlangsung dalam sidang Konfertalub di Aula Hotel Djarwal, Sabtu siang, 15 Februari 2025.
Sidang dipimpin Yusmandin Idris bersama Zulkifli, Hemanto, disaksikan Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Bayu Wardhana, dan pengurus AJI nasional lainnya. Di Konfertalub itu juga ditetapkan Anggota Majelis Pertimbangan dan Legislasi AJI Bireuen, yaitu Yusmandin Idris dengan anggota Hermanto, Miswar.
Anas mengucapkan terima kasih atas kepercayaan tersebut dan meminta anggota AJI Bireuen menjaga integritas dan kekompakan organisasi.
“Saya dan sekretaris AJI yang baru, sudah diberikan amanah dan tanggung jawab yang besar, maka tanggung jawab ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan kawan kawan,” ujar Anas dalam keterangan tertulis kepada Line1.News.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bang Adi Warsidi yang terus membimbing kami. Konfertalub hari ini berjalan sesuai rencana dan suksesnya kegiatan hari ini tidak terlepas dari pada bimbingannya selama ini,” imbuhnya.
Adi Warsidi merupakan pengurus nasional AJI Indonesia yang menjabat sebagai Plt Ketua AJI Bireuen sejak Desember 2023.
Anas juga menjelaskan visi-misinya ke depan akan menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga AJI secara nasional.
Ia juga akan membuka pendaftaran calon anggota baru, membangun kerja sama, dan memperbanyak menggelar grup diskusi terfokus untuk mendukung program-program kerja AJI Indonesia.
Sebelumnya, saat membuka Konfertalub Bayu Wardhana mengatakan independen merupakan barang langka terutama di kondisi saat ini.
“Jadi begitu pentingnya independen, semoga teman-teman di AJI Bireuen dapat selalu menjaga marwah independensi, terutama juga pers sebagai media ini juga menjadi hal penting,” ujarnya.
AJI, kata dia, memiliki dua unsur kuat. Pertama, sebagai organisasi jurnalis berjuang di pers. Kedua, sebagai organisasi yang konsen pada isu demokrasi. “Itulah kenapa AJI juga mengurus isu-isu lain di luar pers. Jadi mari kita jaga independensi,” harapnya.
Dia juga menyebutkan di AJI tidak ada senioritas. “Kepada senior kita hormat dan respek karena punya pengalaman yang lebih, tapi ketika berpendapat semua orang itu berbeda. Maka ingatkan kalau ada yang menyimpang,” pesannya.
Bayu berharap setelah pengurus baru terpilih, keberadaan AJI Bireuen harus berdampak di kabupaten tersebut. “Dan harus kelihatan menonjol, yaitu menegakkan marwah independensi, harus banyak berdiskusi, dan memberi pencerahan ke masyarakat.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy