Palembang, Line1News – Bagi Assoc. Prof. Dr. Anita Desiani, S.Si., M.Kom., ilmu pengetahuan sejati tidak boleh berhenti di balik dinding ruang kuliah. Dedikasi nyata dalam membumikan teknologi dan pendidikan demi masyarakat luas inilah yang mengantarkannya meraih Penghargaan Bhakti Adipustaka Provinsi Sumatra Selatan Tahun 2026 untuk kategori Tokoh Masyarakat Penggiat Literasi.
Apresiasi tertinggi dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, di tengah kemeriahan Festival Literasi Provinsi Sumatra Selatan yang berlangsung di The Sultan Convention Center, Palembang, Sabtu, 5 September 2026. Bhakti Adipustaka merupakan wujud penghormatan bagi mereka yang dengan sepenuh hati berkontribusi menumbuhkan budaya literasi di Bumi Sriwijaya.
Di panggung penghargaan, sebuah inovasi kemanusiaan besutan Anita mencuri perhatian. Gubernur Sumatra Selatan, H. Herman Deru, secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap Aplikasi Bicara Pintar, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang Anita untuk menjembatani komunikasi antara teman tuli dan masyarakat luas lewat penerjemahan bahasa isyarat secara real-time.
Herman Deru menilai inovasi inklusif ini sangat layak menjadi salah satu karya kebanggaan Sumatra Selatan yang bersinar di kancah nasional.
“Aplikasi ini dapat kita bawa ke Jakarta sebagai salah satu unggulan literasi dari Provinsi Sumatra Selatan,” ujar Herman Deru bangga.
Menerima penghargaan bergengsi tersebut, Anita tetap rendah hati. Baginya, pencapaian ini adalah buah dari harmoni kerja keras banyak kepala yang saling mendukung.
“Pencapaian ini merupakan buah hasil kerja bersama tim dan dukungan dari institusi tempat saya bekerja, Universitas Sriwijaya,” kata Anita.
Ia memandang penghargaan ini bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan simbol kolaborasi yang menghidupkan ilmu pengetahuan agar berdaya guna bagi sesama. Melalui Aplikasi Bicara Pintar, Anita menaruh harapan besar untuk meruntuhkan tembok pembatas sosial dan membuka ruang interaksi yang setara bagi teman tuli. Pemanfaatan teknologi canggih, menurutnya, baru akan bermakna jika mampu menciptakan dunia yang lebih inklusif.
Baginya, Penghargaan Bhakti Adipustaka 2026 ini menjadi bahan bakar baru untuk terus mengabdi lewat jalur pendidikan, literasi, dan inovasi. Anita percaya bahwa ilmu pengetahuan menemukan jiwa dan maknanya yang utuh saat ia hadir langsung di tengah-tengah problem kehidupan masyarakat, membawa solusi, dan menggerakkan perubahan ke arah yang lebih baik.
Rasa bangga juga mengalir dari rumah akademisnya. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya, Profesor Herman, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian ini. Ia berharap jejak inspiratif Anita dapat memantik semangat seluruh sivitas akademika untuk terus melahirkan karya yang menyentuh kehidupan masyarakat.
“Selamat, Bu Anita. Semoga ini dapat menginspirasi teman-teman lainnya untuk terus menghasilkan karya-karya nyata yang berdampak dan bisa mendapatkan pengakuan langsung oleh pemerintah daerah melalui event-event festival seperti ini,” pungkas Herman.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy