Yogyakarta, Line1News – Dua puluh tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk konsisten merawat kemanusiaan di garis depan konflik dan bencana. Menandai perjalanan panjang tersebut, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) meresmikan Gedung Sekretariat Cabang Yogyakarta yang berlokasi di Nusupan RT 01, Trihanggo, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Langkah ini bukan sekadar urusan seremonial peresmian fisik. Keberadaan gedung baru yang megah dan bersih ini menjadi simbol penguat kapasitas bagi MER-C Yogyakarta untuk bergerak lebih cepat, baik dalam memeluk masyarakat saat kondisi darurat bencana hingga memberikan pelayanan kesehatan rutin.
Dalam keterangan tertulis diterima Line1News pada Senin (31/8/2026), gedung baru yang juga merangkap fungsi pelayanan ini diresmikan langsung oleh Ketua Presidium MER-C Indonesia, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.EM., dengan didampingi hangat Ketua MER-C Yogyakarta, dr. Taufik Nugroho, Sp.B, FINAC.
Dalam sambutannya yang penuh harap, dokter Hadiki menitipkan pesan agar MER-C Yogyakarta mampu melahirkan program kemanusiaan baru dengan merangkul ketulusan para relawan lokal. Sinergi dengan pemerintah dan lembaga mitra juga diharapkan terus terawat demi memperluas jangkauan kebaikan mereka.
Dukungan Hangat dari Tokoh Agama hingga Pemerintah
Momentum milad dan peresmian ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, praktisi medis, hingga perwakilan pemerintah daerah yang datang memberikan dukungan moral bagi kiprah kemanusiaan MER-C.
Di antara para undangan, tampak hadir Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dan Ustaz Abdul Rohim Ba’asyir. Dari dunia medis, kebersamaan ditunjukkan oleh kehadiran dr. Heri Setyanto, SP.B, FINACS., selaku perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DIY.
Pemerintah Kabupaten Sleman turut memberikan apresiasi melalui kehadiran Wildan Solichin, selaku Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Sementara dari otoritas kesehatan, hadir pula drg. Muchammad Lutfi Huzaini, dari Dinas Kesehatan DIY, membaur bersama para mitra dan relawan yang datang dari berbagai penjuru daerah.
27 Tahun Menembus Batas Wilayah dan Konflik
Kilas balik perjalanan MER-C adalah catatan tentang keberanian dan ketulusan. Selama 27 tahun, lembaga ini telah mengawal lebih dari 500 misi kemanusiaan menembus batas. Mulai dari wilayah konflik global seperti Gaza, Myanmar-Rohingya, hingga Afghanistan.
Di dalam negeri, jejak langkah relawan MER-C terbentang dari ujung Aceh hingga tanah Papua. Termasuk kepedulian cepat mereka dalam merespons bencana gempa bumi Nepal, Filipina Selatan, Iran, hingga yang terbaru: penanganan Bencana Hidrometeorologi di Sumatra dan NTT.
Kehadiran kantor cabang di Yogyakarta ini dinilai menjadi jembatan krusial untuk mempererat ikatan antar-relawan di Indonesia.
“Sudah sepantasnya MER-C mempunyai kantor di beberapa cabang yang ada, sehingga akan memudahkan bagi para relawan untuk melakukan koordinasi, komunikasi dalam melakukan berbagai aktivitas kemanusian,” ungkap Ira Hadiati, Koordinator MER-C Aceh yang meluangkan waktu hadir langsung ke lokasi acara.
Menariknya, gedung baru ini tidak hanya berfungsi statis sebagai ruang sekretariat. Tempat ini juga dihidupkan sebagai Klinik Pratama. Sebuah fasilitas nyata yang siap menjadi garda pendukung pelaksanaan misi organisasi, baik dalam situasi darurat bencana maupun pelayanan kesehatan masyarakat yang berdenyut setiap harinya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy