Aceh Besar – Penjualan buah timun suri di awal Ramadan di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, mengalami peningkatan dari hari baisa. Timun ini kembali menjadi primadona setiap tahunnya selama puasa di Aceh Besar.
Pedagang timun suri di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Nety, mengakui permintaan selama puasa melonjak tajam. Buah ini kerap diburu masyarakat untuk dijadikan menu berbuka puasa.
“Permintaan timun suri selama Ramadan ini luar biasa. Kalau [di lapak] saya pribadi, minimal per hari terjual 100 buah timun suri,” kata Nety, ditemui Line1.News, Selasa, 24 Februari 2026.
Di lapak tenda berukuran 3×3 di perempatan Pasar Induk Lambaro itu, Nety juga menjual berbagai macam menu berbuka puasa lainnya. Di antaranya, cincau, kolang kaling, cendol, hingga buah labu kuning.
“Timun suri ini ambil dari pedagang di sini dan juga dari petani-petani lokal itu langsung antar ke sini,” jelas Nety.
Nety menyebut timun suri dijual dengan harga bervariasi, menyesuaikan dengan ukuran besar dan kecilnya buah yang dibeli oleh konsumen.
“Harga timun suri ini macam-macam, tergantung besar kecilnya. Nanti pedagang misalnya, ngasih harga segini, diangka Rp10 ribu per biji dan bisa di atas itu,” ujarnya.
Dia menjelaskan timun suri menjadi incaran warga lantaran mudah diolah menjadi minuman segar, apalagi dicampur sirup, susu atau bahkan gula cair serta ditambah sedikit es.
“Timun suri itu kalau untuk orang Aceh kan, dikasih sirup dan dikasih timun suri. Timun suri yang sudah diolah jadi minuman bisa mendinginkan perut, cocok untuk orang-orang berpuasa. Enaklah pokoknya, seger juga,” ucapnya.
Selain menyegarkan, timun suri juga dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan air yang tinggi membantu menghidrasi tubuh, sementara vitamin seratnya baik untuk pencernaan.
“Bagi orang Aceh timun suri mesti ada saat berbuka puasa. Mereka suka aja gitu,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy