Karang Baru – Palang Merah Indonesia (PMI) melalui program Water, Sanitation, and Hygiene (Wash) menyuplai air bersih selama bulan puasa untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.
“PMI terus melakukan produksi dan distribusi air bersih untuk masyarakat terdampak banjir bandang,” ujar Koordinator Wash PMI Aceh Tamiang Muslim M Aji dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Selasa, 24 Februari 2026.
Hingga kini, kata dia, PMI telah memproduksi 120 ribu liter air bersih yang disalurkan bagi warga di 12 kecamatan terdampak di Aceh Tamiang.
Jumlah tersebut, tambah Muslim, dan akan terus bertambah sesuai kebutuhan di lapangan.
Saat ini kebutuhan air bersih di wilayah terdampak masih sangat tinggi akibat terbatasnya akses air layak konsumsi pascabanjir.
Banyak sumur warga yang tercemar lumpur dan limbah, sehingga mereka sangat bergantung pada suplai air bersih dari PMI dan lainnya.
Menurut Muslim, air bersih PMI diproduksi menggunakan instalasi pengolahan air (water treatment plant/WTP) milik organisasi tersebut yang ditempatkan di titik strategis.
Setelah melalui proses penyaringan dan sterilisasi, air kemudian disalurkan menggunakan mobil tangki ke titik-titik pengungsian dan permukiman warga.
Muslim mengatakan pelayanan kemanusiaan tetap menjadi prioritas selama Ramadan.
“Kami memastikan produksi dan distribusi tetap berjalan seperti hari biasa agar warga dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya.
Saat ini PMI masih terus melakukan asesmen kebutuhan di lapangan untuk memastikan pendistribusian air bersih tepat sasaran.
“Kami bersama relawan terus memantau kondisi di 12 kecamatan terdampak. Selama kebutuhan masih ada, PMI hadir memberikan layanan air bersih bagi masyarakat.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy