Setiap orang pernah dan akan mengalami masa sulit dalam kondisi serta waktu yang berbeda. Lalu, bagaimana menyikapinya?
Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Miftachul Akhyar mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk menyikapi masa sulit (al-qabdhu) dengan ilmu.
Menurut Kiai Miftach, masa sulit dapat diatasi di antaranya dengan merenungkan peristiwa yang seseorang lalui. Sebab, manusia kerap tidak menyadari kesalahan yang ia lakukan.
“Yaitu dengan istighfar, memperbaiki diri. Kalau sudah termasuk dosa besar hendaknya bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan itu,” kata Kiai Miftach dalam pertemuan ke-134 Ngaji Kitab Syarah Al-Hikam di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, dilansir NU Online, Ahad, 24 Agustus 2025.
Kiai Miftach menegaskan masa sulit hendaknya dihadapi dengan hati yang pasrah (taslim), bukan menentangnya dengan marah. Sikap semacam ini mampu membalikkan suasana sulit menjadi lapang.
“Karena kita tidak tahu di balik Allah menguji kekurangan yang dialami, nanti bisa berubah rezeki yang bertubi-tubi. Di balik semua kejadian itu ada hikmahnya tapi kita enggak tahu,” ujar Kiai Miftach.
Kiai Miftach menyebut masa sulit adalah masa untuk evaluasi, belajar menerima, dan memperbanyak pahala.
Hal itu untuk mencegah adanya penyesalan yang mengakibatkan depresi. Padahal, kata Kiai Miftach, masa sulit dan bahagia menjadi keniscayaan hidup di dunia.
“Sudah itu menjadi kesempatan di saat adanya gangguan dan cobaan, (yakni) dengan ridha, taslim, dan mencari pahala di sisi Allah,” ujarnya.
“Walaupun berat untuk diamalkan karena tidak biasa, ya, diawali sedikit demi sedikit enggak apa-apa, ‘kan belajar kita ini. Belajar menjadi khalifatullah fil ardl,” tambah Kiai Miftach.
Kiai Miftach menyatakan dalam kondisi sulit karena dizalimi, sebaiknya seseorang menghadapinya dengan ridha dan sabar. Kendati diperbolehkan dalam kacamata syariat membalas dengan kezaliman lagi justru akan menarik dua tindakan zalim yang lain, yakni bagi dirinya sendiri dan orang lain.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy