Dikepung Luapan Krueng Teunom, 15 Gampong di Aceh Jaya Terendam Banjir

Petugas penanggulangan bencana BPBK Aceh Jaya berjaket pelampung oranye di atas perahu karet mendistribusikan bantuan makanan kepada seorang ibu berhijab abu-abu yang berdiri terendam banjir setinggi pinggang.
Petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya menggunakan perahu karet menyalurkan bantuan makanan pokok secara darurat kepada warga yang terisolasi di kawasan gampong terdampak banjir, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Tingginya intensitas curah hujan mengakibatkan Sungai Krueng Teunom meluap dan merendam sedikitnya 15 gampong di Kecamatan Pasie Raya dan Teunom dengan ketinggian air yang bervariasi, memicu peningkatan status kesiapsiagaan bencana di wilayah setempat. Foto: Dok BPBA

Calang — Curah hujan berintensitas tinggi memicu luapan Sungai Krueng Teunom hingga merendam sejumlah permukiman padat penduduk di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Ahad, 1 November 2026. Guyuran hujan deras sejak Sabtu malam (31/10/2026) membuat debit air sungai melonjak drastis hingga merambah ke area perumahan warga di Kecamatan Pasie Raya dan Teunom.

Merespons kedaruratan ini, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Jaya, Teungku H. Afifuddin Ibrahim, akrab disapa Abiya Budi, menyerukan gerakan solidaritas kemanusiaan. Pimpinan Dayah BUDI Lamno sekaligus alumnus Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga tersebut mengajak seluruh warga Nahdliyin, kalangan dayah, serta masyarakat luas untuk memperkuat koordinasi penanganan dampak kebencanaan.

“Kami mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama, khususnya di Aceh Jaya, untuk meningkatkan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah banjir. Dalam kondisi seperti ini, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama, disertai semangat saling membantu,” ungkap Abiya Budi menekankan urgensi hifzh an-nafs (menjaga jiwa dan keselamatan fisik warga), dilansir NU Online pada Senin (2/11/2026).

Dampak Sosial-Ekonomi dan Perluasan Wilayah Terdampak

Abiya Budi menegaskan bahwa pergerakan kepedulian sosial secara kolektif mutlak diperlukan. Pasalnya, bencana banjir ini tidak hanya mengancam keselamatan fisik, melainkan berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi, sektor pendidikan, serta mengganggu kehidupan sosial-keagamaan masyarakat urban secara makro.

“Musibah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari ajaran Islam. Kami berharap masyarakat yang berada di lokasi aman dapat membantu sesuai kemampuan, baik melalui kebutuhan pokok, tenaga, maupun dukungan lainnya,” tambah Abiya Budi sembari mengingatkan untuk memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan perempuan.

Respons BPBK Aceh Jaya di Lapangan

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya, Irma Hanum, mengonfirmasi bahwa banjir dipicu oleh anomali cuaca ekstrem berupa hujan lebat sejak Sabtu malam. Berdasarkan data taktis awal, delapan gampong di Kecamatan Pasie Raya teridentifikasi terdampak, meliputi:

• Gampong Tuwi Peuriya
• Gampong Lhok Guci
• Gampong Tuwi Kareung
• Gampong Krueng Beukah
• Gampong Timpleung
• Gampong Pasi Teubee
• Gampong Alue Krueng
• Gampong Pulo Tinggi

Genangan air juga merambah wilayah Kecamatan Teunom, menerjang kawasan Gampong Pasi Timon dan Gampong Pasie Geulima. Akumulasi laporan termutakhir dari media lokal mencatat sebaran dampak banjir meluas hingga merendam total 15 gampong pada Ahad (1/11/2026).

Pihak BPBK Aceh Jaya bersama tim gabungan terus menyiagakan personel di lapangan untuk melakukan pemantauan debit air, koordinasi logistik, serta proses evakuasi. Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh dan segera mengungsi ke titik aman sekiranya ketinggian air merangkak naik.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy