Bantuan ke Bener Meriah Disarankan Pakai Logo ‘BM’

Tumpukan bantuan di Bandara Rembele Bener Meriah
Tumpukan bantuan di Bandara Rembele Bener Meriah. Foto: Humas Pemkab Bener Meriah

Redelong – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bener Meriah Ilham Abdi menyarankan para donatur yang mengirimkan bantuan ke kabupaten itu melalui udara agar menyematkan tanda “BM” di kotak atau packaging donasi.

Menurutnya, pemberian tanda akan memudahkan pihaknya mengambil bantuan tersebut setibanya di Bandara Rembele.

Bandar udara tersebut diketahui menjadi tempat drop logistik bantuan tidak hanya ke Bener Meriah tetapi juga ke Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

“Tanda tulisan kode Bener Meriah yang disingkat BM, bisa tulis dengan spidol atau ditempel. Hal ini agar memudahkan kami untuk mengambil bantuan yang dikirimkan,” ujar Ilham dilansir dari Laman Pemkab Bener Meriah, Senin, 8 Desember 2025.

Hingga kini, kata dia, warga Bener Meriah masih sangat membutuhkan bantuan logistik berupa sembako kebutuhan pokok, khususnya beras.

Sementara pada Sabtu, 6 Desember 2025, Ilham menyebutkan Pemkab Bener Meriah melalui Bagian Logistik telah mendistribusikan logistik kebutuhan masyarakat ke seluruh desa melalui aparatur kecamatan masing-masing.

“Selanjutnya aparatur kecamatan akan membagikan kepada seluruh reje (kepala desa) di kecamatan tersebut untuk didistribusikan kepada masyarakat per KK dan untuk pembukaan dapur umum di kantor reje masing-masing,” ujarnya.

Ilham mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan bantuan segera berkoordinasi dengan reje atau camat.

“Kebutuhan stok yang telah terdistribusikan per Jumat (5/12/2025) yaitu beras 164,980 kilogram, gula 226 kilogram, minya goreng 166 kilogram, dan telur 181 kilogram,” rincinya.

Distribusi bantuan logistik akan dilanjutkan beberapa hari ke depan. Ilham mengimbau warga tidak panik dan terus berkoordinasi dengan reje maupun camat terdekat untuk mendapatkan informasi logistik berikutnya.

Terkait akses, kata dia, pembukaan akses jalan eks KKA Bener Meriah menuju Aceh Utara dan Lhokseumawe terus dilakukan dan menjadi prioritas.

“Akses menuju Lhokseumawe menjadi prioritas kita untuk dibuka, oleh karenanya sangat membutuhkan bantuan berupa BBM jenis solar, agar alat berat dapat bekerja tanpa kendala. Sementara stok solar yang ada di kita, diprediksi akan habis pada Senin ini (8 Desember 2025.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy