Takengon – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt. Kadinkes) Kabupaten Aceh Tengah, Miftah, memberikan penjelasan terkait tidak adanya tenaga kesehatan (nakes) di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Serule, Kecamatan Bintang, pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
Miftah mengatakan kekosongan nakes di Poskesdes Serule bukan disebabkan kelalaian petugas, melainkan karena tenaga medis yang bertugas di desa tersebut turut terdampak bencana alam sehingga harus mengungsi.
“Saat kejadian bencana, petugas ada di lokasi. Namun, setelah itu mereka juga terdampak dan harus mengungsi ke Kecamatan Bintang,” ujar Miftah kepada Line1.News, Kamis, 1 Januari 2026.
Baca juga: Pascabencana, Desa Serule ‘Tanpa Bidan’, Dinkes Diminta Beri Pelayanan Kesehatan
Miftah menjelaskan pascabencana akses menuju Desa Serule menjadi sangat sulit untuk dilalui. Kondisi tersebut menjadi kendala utama dalam memberikan pelayanan kesehatan secara normal kepada masyarakat setempat.
Meski demikian, Dinkes Aceh Tengah telah mengambil langkah cepat dengan mengirimkan tim kesehatan ke wilayah terdampak guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan.
“Akses ke sana sulit pascabencana. Karena itu kami berinisiatif mengirimkan tim kesehatan yang tanggap dan tangguh bencana untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sana,” ujar Miftah.
Selain tim dari Dinkes, Miftah menyebut Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah dari Makassar masih berada di lokasi dan membuka layanan kesehatan berupa Puskesmas mini yang direncanakan beroperasi hingga empat hari ke depan.
“Kami juga membentuk tim kesehatan gabungan dari Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang diturunkan untuk memberikan pelayanan di Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel,” pungkas Miftah.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy