Pascabencana, Desa Serule ‘Tanpa Bidan’, Dinkes Diminta Beri Pelayanan Kesehatan

Poskesdes Serule
Pintu pagar Poskesdes Serule tutup pascabencana. Foto kiriman warga

Takengon – Warga Desa Serule, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, mengeluhkan minimnya pelayanan kesehatan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada 25 November 2025. Hingga kini, masyarakat menyebut tidak ada tenaga medis yang bertugas di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Serule.

Keluhan itu disampaikan warga yang enggan disebutkan identitasnya. Dia mengatakan Desa Serule merupakan wilayah yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan, sehingga keberadaan bidan desa sangat dibutuhkan, terutama setelah bencana.

“Desa kami jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Pascabencana, Poskesdes di desa kami sudah tidak ada lagi bidan yang melayani masyarakat yang sakit,” ujarnya, Rabu, 31 Desember 2025.

Menurutnya, pascabencana alam, banyak warga Desa Serule yang menderita batuk, demam, dan gangguan kesehatan lainnya. Namun, ketiadaan tenaga medis membuat masyarakat kesulitan mendapatkan penanganan maupun obat-obatan.

“Sekarang ini, untuk mendapatkan obat, kami hanya berharap ada relawan yang datang ke desa. Kalau ada relawan yang datang, barulah kami bisa mendapatkan obat,” ujarnya.

Syahputra, salah seorang relawan yang datang membawa bantuan bahan makanan bagi warga terdampak bencana, berharap Dinas Kesehatan Aceh Tengah segera turun tangan memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Desa Serule.

“Ini aneh, masak bidan desa tidak pernah ada di tempat. Padahal desa ini berada di ujung kabupaten. Bagaimana nasib masyarakat kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan,” ucap relawan itu yang aktif menyalurkan bantuan pascabencana.[]

Update: Begini Penjelasan Plt Kadinkes Aceh Tengah Soal Kekosongan Nakes di Poskesdes Serule

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy