Banda Aceh, Line1News — Bibit Siklon Tropis 92W yang sebelumnya terdeteksi berkembang di wilayah Teluk Thailand hingga daratan Myanmar dinyatakan tidak aktif atau punah. Meski demikian, sistem tersebut masih memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Berdasarkan analisis Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta pada 29 September 2026 pukul 07.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 92W yang terpantau kini tidak lagi memenuhi kategori sebagai bibit siklon tropis.
Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya dukungan parameter atmosferik, terutama kecepatan angin yang tidak lagi signifikan. Kecepatan angin permukaan di sekitar sistem tercatat berkisar 5–10 knot.
“Bibit Siklon Tropis 92W yang sebelumnya terdeteksi berkembang di Teluk Thailand-Daratan Myanmar sejak Jumat, 23 September 2026 pukul 07.00 WIB kini telah dinyatakan tidak aktif atau punah,” demikian keterangan dalam analisis TCWC Jakarta, dikutip Line1News, Selasa, 29 September 2026.
Meski pada lapisan 850–700 hPa masih terpantau adanya sirkulasi, kondisi tersebut tidak lagi cukup untuk mengategorikan sistem sebagai bibit siklon tropis.
Penyebab Melemahnya Sistem Cuaca
Pantauan citra satelit dalam 12 jam terakhir juga menunjukkan aktivitas konvektif yang masih fluktuatif. Aktivitas awan konvektif dalam tersebut terpisah cukup jauh dari pusat sirkulasi.
Posisi sistem yang saat ini berada di daratan Myanmar turut menjadi faktor yang mendukung pelemahan Ex-Bibit Siklon Tropis 92W.
Berdasarkan prediksi sejumlah model, intensitas sistem diperkirakan terus mengalami penurunan signifikan dalam 24 jam ke depan. Kondisi tersebut ditandai dengan sirkulasi yang semakin lemah dan melebar serta pergerakan sistem ke arah utara.
Dampak dan Peringatan untuk Aceh
Meski sudah tidak masuk kategori bibit siklon tropis, Ex-Bibit Siklon Tropis 92W masih memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia hingga 30 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Dampak tersebut berupa potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah Aceh. Selain itu, gelombang laut dengan ketinggian kategori sedang, yakni 1,25–2,5 meter, berpotensi terjadi di wilayah Selat Malaka bagian utara.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Faqih Musyaffa, menjelaskan bibit siklon menjauh dari Aceh. Namun tetap memberikan dampak tidak langsung ke cuaca di wilayah Aceh.
“Imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat berkendara dan dalam perjalanan karena adanya penurunan jarak pandang dan jalanan licin saat kondisi cuaca hujan,” kata Faqih dikonfirmasi Line1News.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy