Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan cuaca ekstrem diperkirakan berpotensi terjadi hingga Maret-April 2025. Cuaca ekstrem ini, kata Dwikorita, dipengaruhi fenomena La Nina lemah yang dapat meningkatkan curah hujan sebesar 20 persen.
Selain itu, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi Cold Surge (seruakan udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, juga diproyeksikan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Baca Juga: BMKG Aceh Minta Masyarakat Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi
Kedua fenomena tersebut, kata Dwikorita, memiliki potensi meningkatkan intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia, meskipun skala dan dampaknya masih memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Karena itu, ia meminta masyarakat selalu memperbaharui informasi prakiraan cuaca sebelum berpergian selama Nataru. “Update informasi cuaca berkala diperlukan sebagai bentuk preventif guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan keluar kota maupun saat mengunjungi berbagai destinasi wisata. Di musim penghujan seperti sekarang ini sangat rawan terjadi bencana hidrometeorologi,” tuturnya dikutip Selasa, 17 Desember 2024.
Baca Juga: Dua Zona Musim Aceh Bakal Diguyur Curah Hujan di Atas Normal hingga Akhir Desember
Dalam aplikasi besutan BMKG tersedia fitur ‘Digital Weather for Traffic (DWT)’. Layanan tersebut dapat digunakan pelaku perjalanan untuk mengecek informasi cuaca di jalur mudik. Pengguna, tambah dia, dapat mengakses informasi peringatan dini, cuaca jalur darat, cuaca rute perjalanan, cuaca bandar udara, cuaca pelabuhan, cuaca penyeberangan, hingga informasi penerbangan dan gelombang.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy