Banda Aceh, Line1News – Bumi Serambi Mekkah saat ini sedang “tidak baik-baik saja”. Di saat sebagian wilayah harus bertahan di bawah ancaman api, sebagian wilayah lainnya justru berpotensi menghadapi badai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mendeteksi adanya 13 titik panas yang tersebar di wilayah Aceh, berdasarkan pantauan satelit sepanjang Senin, 8 Juni 2026.
“Dari hasil pantauan Sensor MODIS pada Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS, terdapat 13 titik panas di Provinsi Aceh,” ungkap Prakirawan BMKG, Angga Dirta, saat dikonfirmasi Line1News, Selasa, 9 Juni 2026.
Titik-titik panas ini menjadi alarm penanda kekeringan yang mulai mengintai. Angga merincikan, 2 titik panas terpantau membakar wilayah Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.
Sementara itu, 11 titik lainnya tersebar di Kabupaten Aceh Selatan, dengan sebaran 2 titik di Bakongan, 1 titik di Kluet Selatan, 4 titik di Trumon, dan 4 titik di Trumon Tengah.
“Semuanya dalam kepercayaan sedang,” jelas Angga.
Ancaman Badai di Tengah Terik
Gerah dan terik yang dirasakan warga belakangan ini nyatanya menjadi pembuka bagi potensi cuaca ekstrem yang lebih mengkhawatirkan. BMKG memperingatkan bahwa langit Aceh berpotensi tumpah mendadak, membawa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang selama tiga hari ke depan, mulai 9 hingga 11 Juni 2026.
Fenomena alam yang rumit sedang terjadi di atas langit kita. Menurut Angga, aktifnya gelombang ekuatorial rossby dan adanya belokan angin di wilayah Aceh dapat mendukung pertumbuhan awan-awan hitam (konvektif). Kondisi ini diperparah oleh hangatnya suhu muka laut di Perairan Barat dan Selatan Sumatra yang berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer.
“Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” ucap dia.
Masyarakat diminta mempertebal kewaspadaan, karena wilayah yang diintai hujan sedang-lebat dan angin kencang terus berganti setiap harinya:
* Selasa, 9 Juni 2026: Aceh Timur, Pidie Jaya, dan Sabang.
* Rabu, 10 Juni 2026: Aceh Timur, Bener Meriah, dan Bireuen.
* Kamis, 11 Juni 2026: Bireuen, Lhokseumawe, dan Pidie Jaya.
Bukan hanya hujan, angin kencang juga berpotensi mengancam keselamatan warga yang sedang beraktivitas di jalanan. Wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Nagan Raya, Sabang, dan Aceh Barat harus bersiap menghadapi angin kencang pada hari Selasa (9/6). Ancaman berpindah ke Sabang dan Aceh Besar pada Rabu (10/6), serta Aceh Utara dan Sabang pada Kamis nanti (11/6).
Pesan untuk Pulang ke Rumah dengan Selamat
Angga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai hujan yang terjadi dengan intensitas sedang-lebat dan tiba-tiba pada sore-malam hari. Kondisi ini disebabkan pemanasan intens yang terjadi pada siang hari.
BMKG mengetuk kesadaran kita semua untuk saling menjaga di tengah cuaca yang tak menentu ini.
“Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor,” pungkas Angga, mengingatkan agar setiap warga bisa pulang ke rumah berkumpul bersama keluarga dengan selamat.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy