Bukan Kautsar, Inilah Komisaris Utama PT PGE Sekarang

default
Cluster 2 lapangan gas Arun di Aceh Utara yang dioperasikan oleh PT Pema Global Energi. Foto: Dokumen PT PGE

Lhokseumawe – Mantan Anggota DPR Aceh, Kautsar Muhammad Yus, dan eks-Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur, ternyata tidak lagi menjabat Komisaris Utama dan Komisaris PT Pema Global Energi (PGE) pada tahun 2025 ini.

“Saya bukan lagi Komut PGE terhitung bulan Januari 2025,” kata Kautsar menjawab Line1.News via pesan singkat, Selasa sore, 15 Juli 2025.

Line1.News juga mengkonfirmasi Mahdinur pada Selasa sore kemarin, dengan mengirim pertanyaan via pesan singkat: Apakah saat ini masih menjabat Komisaris PT PGE? Namun, dia tidak merespons.

Konfirmasi tersebut setelah Line1.News memperoleh informasi bahwa pada tahun 2023, Kautsar merupakan Komisaris Utama (Komut) PGE, serta Mahdinur, Kelik Rudi Suharya, dan Heros Paduppai masing-masing sebagai Komisaris.

Sementara itu, berdasarkan data Profil Perusahaan PT Pema Global Energi (PGE), diperoleh Line1.News dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, Rabu sore, 16 Juli 2025, berikut pengurus PGE periode sekarang atau tahun 2025:

Direksi
Direktur Utama: Andika Mahardika
Direktur: Anis Haryono
Direktur: Abdul Aziz Tarmusi
Direktur: Resha Ramadian ST.

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Radesna Mulyadi
Komisaris: Kelik Rudi Suharya
Komisaris: Heros Paduppai
Komisaris: Syardani M Syarif.

Dari empat Komisaris PGE itu, tiga orang beralamat di Jakarta, dan satu orang di Banda Aceh yaitu Syardani M Syarif.

Adapun modal dasar perusahaan: Harga per lembar saham Rp250.000, jumlah lembar saham 400, total Rp100.000.000.

Modal ditempatkan dan disetor total Rp25 juta, dalam bentuk uang.

Pemegang saham PT PGE ialah PT Pembangunan Aceh (Perseroda), jumlah lembar saham 51 total Rp12.750.000; PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) 1 lembar saham Rp250.000; dan PT EMP Energi Aceh 48 lembar saham Rp12.000.000.

Baca juga: Saham PT Pema pada PT PGE Rp12,7 Juta, Berapa Juta Dolar Pinjaman dari Perusahaan Grup Bakrie?

PT EMP Energi Aceh (EEA) merupakan anak usaha PT Energi Mega Persada (EMP) Tbk, perusahaan dari Grup Bakrie. PT EMP Tbk dan PT EEA memberikan pinjaman dana dengan perjanjian total lebih dari 20 juta dolar Amerika Serikat kepada PGE.

Data itu dilihat Line1.News dalam dokumen “Keterbukaan Informasi kepada Pemegang Saham Sehubungan dengan Transaksi Afiliasi PT Energi Mega Persada Tbk (“Perseroan”)”. Keterbukaan informasi tersebut diterbitkan PT EMP di Jakarta pada 13 Mei 2024.

Dalam dokumen tersebut juga disajikan keterangan singkat tentang PT PGE yang didirikan pada September 2020, dan berkantor pusat di Banda Aceh. Kegiatan utama PGE saat ini berdasarkan Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja “B” (Production Sharing Contracts/PSC Area “B”) dengan BPMA (Badan Pengelola Migas Aceh) adalah melaksanakan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak mentah dan gas bumi di Blok “B”, yang berlokasi di Aceh.

Jangka waktu PSC Area “B” selama 20 tahun sejak tanggal efektif. PGE beroperasi secara komersial sejak Mei 2021. “Kepemilikan partisipasi interes PGE pada PSC Area “B” sebesar 90% mengingat PGE telah menyelesaikan ketentuan pengalihan 10% partisipasi interes kepada badan usaha milik daerah pada sekitar Februari 2024”.[]

 

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy