Buntut Sosialisasi Parkir Berlangganan, Satpam Dinas Provinsi Dikeroyok Petugas Dishub Kota

Buntut Sosialisasi Parkir Berlangganan, Satpam Dinas Provinsi Dikeroyok Petugas Dishub Kota
Tangkapan layar video petugas Dishub Medan mengeroyok Satpam P3AKB Sumut. Foto: Instagram @medanheadlines.news

Medan – Sejumlah anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan terekam kamera mengeroyok seorang sekuriti atau satpam Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumatera Utara.

Peristiwa terjadi di depan kantor P3AKB Sumut, di Jalan Iskandar Muda, Kota Medan, Selasa pagi, 13 Agustus 2024. Belakangan diketahui, nama sekuriti bernama Ramdanisyah Pulungan.

Dalam video terlihat Ramdani berucap. “Gini kan macet kalau nggak dikasih masuk, kalau apa di dalam [gerbang], bagus-bagus kau.”

Awalnya, Ramdani mempertanyakan penutupan akses masuk di depan gerbang dinas menggunakan traffic cone atau rambu lalu lintas berbentuk kerucut.

Saat itu, kata Ramdani, petugas Dishub Medan beralasan sedang melakukan sosialisasi parkir berlangganan, yang merupakan kebijakan dari Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

“[Karena akses ditutup] jadi pegawai-pegawai kita mau masuk, mau absen kesulitan, jadi saya tegur pihak Dinas Perhubungan, jangan menutup akses kantor. Lalu mereka berdebat sama saya, mereka main fisik, mereka membanting saya,” ucap Ramdani kepada wartawan di Kantor P3AKB Sumut, dikutip Rabu, 14 Agustus 2024.

Ramdani dikeroyok dan “dipiting” hingga tersungkur ke tanah. Padahal, kata Ramdani, dia bertanya dengan nada baik-baik.

“[Petugas Dishub Medan bilang] Siapa rupanya kalian? Kok ngatur-ngatur saya? katanya. ‘Saya kan pihak sekuriti Pak, berwenang saya di sini, kalau itikad baik enggak begini caranya Pak. Bukan begini caranya, Bapak sebagai Dinas Perhubungan’, saya bilang,” ungkap Ramdani.

Selain dianiaya, Ramdani juga diancam akan dibawa ke kantor polisi tanpa alasan jelas.

“‘Masuk penjara aja kau, kita bawa kantor polisi’. Saya bilang saya akan menuntut kalian karena kalian sudah main fisik mengeroyok saya, bagaimana kalau saya mati kalau kalian mencekik saya, itu kan tindak pidana,” kata Ramdani.

Atas kejadian tersebut, dia telah membuat laporan ke Polsek Medan Baru.

Sekretaris Dinas P3AKB Sumut, Herly Puji Mentari Latuperissa menyayangkan sikap dari petugas Dishub Kota Medan. Dinas P3AKB Sumut, kata Herly, sangat mendukung program Pemko Medan terkait parkir berlangganan tersebut.

“Ternyata waktu saya tadi mau absensi saya tengok ada rame-rame, ada apa? Menurut laporan anggota saya, satpam saya dikeroyok sama teman-temean dari Dinas Perhubungan. Saya di situ bukan marah, saya terluka, kenapa ya kita sesama pemerintah dan halo kami ini yang mendukung kalian lo, kami support banget sama kebijakan Pemko Medan,” jelas Herly.

Herly mengatakan paham dengan karakter sekuriti tempat dia bertugas, tidak akan arogan dan menghalangi petugas Dishub Medan menjalani tugasnya.

“Tapi, saya kenal betul anggota saya, Satpam saya nggak banyak cuma 6 orang. Jadi, saya tahu betul karakternya. Mereka hanya ingin agar ASN itu bisa absen, secara absen kami tutup portalnya jam 08.00 WIB. Kami coba melakukan dialog, tapi mereka kek merasa mereka benar, dianggap satpam saya salah. Karena bahasanya tidak edukatif lah, pliss deh kalau dia edukatif dia jadi sekretaris dinas enggak jadi Satpam,” kata Herly dengan nada kesal.

Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Pengendalian dan Keselamatan Dishub Medan, Richard Medy, menjelaskan kegiatan di depan Kantor P3AKB Sumut, bentuk sosialisasi parkir berlangganan.

“Kita bukan tidak membolehkan [pegawai masuk], kita kan menyortir kendaraan, punya parkir berlangganan atau tidak [kendaraan di dinas tersebut]. Kalau ngak ada [stiker] parkir berlangganan, itu kami arahkan beli parkir berlangganan,” ucap Richard kepada wartawan.

Richard mengungkapkan saat dilakukan penutupan akses masuk ke dalam kantor, dibuka oleh sekuriti berkaos merah. Petugas Dishub Medan tidak terima dan berujung dengan aksi pengeroyokan tersebut.

“Tiba-tiba [satpam] datang, digesernya traffic cone, ya gak terima lah kita, siapa dia rupanya. Dia petugas tidak, baju preman, ya ribut. Kalau dia petugas kan tahu kita, ini enggak ngerti siapa dia. Cuma dibilang orang itu, satpam,” kata Richard.

Ia mengatakan sosialisasi itu, tujuan sosialisasi di lokasi kejadian, agar seluruh ASN di Kota Medan membeli stiker parkir berlangganan, agar bisa menjadi contoh ke masyarakat umum lainnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy