Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi menginstruksikan pelaksanaan salat istisqa secara serentak di seluruh kecamatan dan dayah di kabupaten itu pada Rabu, 28 Januari 2026.
Melansir Laman Pemkab Aceh Barat, langkah spritual ini dilakukan menyikapi situasi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang terus meluas dan berdampak di sejumlah kecamatan.
Tarmizi menyebutkan, salat sunnah muakkad dua rakaat untuk memohon hujan saat kekeringan panjang itu, akan dibimbing langsung oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat.
Sebagai langkah persiapan, Pemkab telah menggelar rapat teknis yang melibatkan unsur terkait guna memastikan pelaksanaan salat istisqa berjalan tertib dan serentak di seluruh wilayah.
Baca juga: Karhutla di Aceh Barat Meluas hingga 17 Hektare, BPBD Kerahkan Drone Pemantau
Di sisi lain, Tarmizi mengingatkan seluruh warga tidak membakar lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan. Tindakan ini, kata dia, sangat berbahaya dan dapat memperparah kondisi kebakaran yang sudah terjadi.
“Apabila ada masyarakat yang terbukti melakukan pembakaran lahan atau tindakan yang memicu kebakaran, jangan salahkan pemerintah jika nantinya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya, Senin, 26 Januari 2026.
Saat ini, kata Tarmizi, Aceh Barat sedang memasuki musim kemarau dengan tidak adanya awan konvektif yang berpotensi hujan di wilayah udara Aceh Barat, sehingga upaya modifikasi cuaca belum dapat dilakukan.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air, mengingat berdasarkan prakiraan cuaca, belum terdapat potensi hujan dalam waktu dekat.
Baca juga: Dilema Aceh Barat: Banjir di Musim Hujan, Karhutla Kala Kemarau
Sementara itu, pemadaman karhutla terus dilakukan siang dan malam dengan menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Upaya penanganan juga diperkuat dengan tambahan pasukan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berasal dari Sibolangit, yang telah berada di Aceh Barat selama dua hari terakhir untuk membantu proses pemadaman dan pengendalian kebakaran lahan.”
Sebelumnya, Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil mengatakan petugas gabungan masih berupaya memadamkan api di sejumlah lokasi, salah satunya di Gampong Suak Raya.
“Semuanya dalam proses penanganan, tapi dikarenakan selama beberapa minggu tidak turun hujan dan angin juga sangat kencang sehingga api cepat menjalar kelokasi lain,” ujarnya.
Pemkab Aceh Barat, kata Said, juga telah meminta bantuan BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca agar hujan kembali turun.
“Ke BNPB sudah memohon bantuan, kamudian dari pihak Forkopimda juga semuanya sudah bergotongroyong tapi dikarenakan memang kondisi nya pada siang hari cuaca sangat terik, namun pasukan kita tetap berusaha semaksimal mungkin.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy