Daftar 10 Negara Termiskin di Dunia Sesuai PDB Per Kapita

Mozambik
Negara Mozambik. Foto: usatoday.com

Meskipun kekayaan global melimpah, beberapa negara masih menderita kemiskinan ekstrem jika dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. PDB per kapita dihitung dari total pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk sehingga diketahui pendapatan rata-rata penduduk.

Terkadang, PDB per kapita tak cukup untuk mengukurnya karena biaya hidup dan tingkat inflasi setiap negara sangat bervariasi. Karena itu, perlu Paritas Daya Beli atau Purchasing Power Parity (PPP) untuk memberikan gambaran lebih akurat tentang standar hidup di setiap negara.

Berikut daftar 10 negara termiskin di dunia berdasarkan PDB per kapita dan PPP, sebagaimana diperkirakan International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional per 16 Januari 2025, dilansir dari Forbes India, Rabu, 29 Januari 2025,

1. Sudan Selatan

PDB: USD 29,99 miliar
Jumlah penduduk: 11.205.383 jiwa

Negara termuda di dunia ini memperoleh kemerdekaan pada 2011 tetapi menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan. Ketidakstabilan politik, konflik yang terus berlanjut, dan infrastruktur yang terbatas menghambat kemajuannya. Dengan mayoritas penduduk mengandalkan pertanian tradisional, kekerasan dan peristiwa iklim ekstrem sering kali mengganggu pertanian, sehingga memperparah kemiskinan di negara yang terkurung daratan tersebut.

2. Burundi

PDB: USD 2,15 miliar
Jumla penduduk: 13.459.236 jiwa

Negara kecil yang terkurung daratan di Afrika Timur, ini menghadapi tantangan sosial ekonomi yang signifikan, termasuk ketidakstabilan politik, konflik, dan pembangunan infrastruktur yang tidak memadai.

Perjuangan ekonomi negara dan kesulitan yang dihadapi warganya semakin diperburuk oleh pertumbuhan populasi yang cepat. Dengan sekitar 80 persen penduduk bergantung pada pertanian subsisten, kerawanan pangan sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara Afrika Subsahara lainnya.

3. Republik Afrika Tengah (Central African Republic)

PDB: USD 3,03 miliar
Jumlah penduduk: 5.849.358 jiwa

Republik di Afrika Tengah ini bergulat dengan tantangan ekonomi yang besar akibat ketidakstabilan politik, konflik bersenjata, dan infrastruktur yang tidak memadai. Kekayaan negara dalam bentuk emas, minyak, uranium, dan berlian sangat kontras dengan kemiskinan meluas yang dialami warganya. Kombinasi kenaikan harga barang-barang penting usai perang di Ukraina, siklus banjir, dan kekeringan parah kian memperburuk ekonomi negara tersebut.

4. Malawi

PDB: USD 10,78 miliar
Jumlah penduduk: 21.390.465 jiwa

Meskipun memiliki bentang alam yang indah, Malawi, yang terletak di Afrika tenggara, bergulat dengan tantangan ekonomi. Negara ini sangat bergantung pada pertanian tadah hujan, sehingga rentan terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas. Meskipun demikian, pemerintah tetap berkomitmen mempromosikan diversifikasi ekonomi, meningkatkan pendidikan dan layanan kesehatan, serta mengurangi kemiskinan.

5. Mozambik

PDB: USD 24,55 miliar
Jumlah penduduk: 34.497.736 jiwa

Negara yang kaya sumber daya ini juga menghadapi kemiskinan akibat bencana alam, penyakit, pertumbuhan penduduk yang cepat, produktivitas pertanian yang rendah, dan ketimpangan kekayaan. Meskipun kaya sumber daya dan pertumbuhan PDB yang kuat, bekas koloni Portugis ini tetap menjadi salah satu negara termiskin di dunia, diperburuk oleh serangan dari kelompok pemberontak Islam di wilayah utara yang kaya gas.

6. Somalia

PDB: USD 13,89 miliar
Jumlah penduduk: 19.009.151 jiwa

Perang Saudara Somalia dalam beberapa periode mulai 1980-an, 1990-an, 2006, hingga saat ini, telah menghancurkan tulang punggung perekonomian negara tersebut. Perang menyebabkan keruntuhan negara secara total, dengan kerugian besar dalam hal sumber daya manusia dan fisik.

Negara paling timur di benua Afrika ini sebagian besar bergantung pada ekonomi informal yang berbasis pada peternakan, kiriman uang dari warga Somalia yang tinggal di luar negeri, dan telekomunikasi. Berdasarkan PDB 2021, Somalia merupakan negara termiskin ketiga di dunia setelah Burundi dan Sudan Selatan.

7. Republik Demokratik Kongo

PDB: USS 79,24 miliar
Jumlah penduduk: 104.354.615 jiwa

Negara terbesar di Afrika Subsahara ini menghadapi tantangan ekonomi besar meskipun kaya sumber daya alam seperti kobalt dan tembaga. Sekitar 62 persen warga Kongo hidup dengan pendapatan kurang dari USD 2,15 per hari. Malnutrisi, keterbatasan akses ke pendidikan dan layanan kesehatan, dan tingginya tingkat kelahiran tinggi semakin memperburuk kemiskinan dan kendala pembangunan di negara tersebut.

8. Liberia

PDB: USD 5,05 miliar
Jumlah penduduk: 5.492.486 jiwa

Kemiskinan yang terus berlanjut di Liberia bermula dari konflik disertai kekerasan, termasuk perang saudara dan wabah seperti Ebola, menyebabkan infrastruktur tidak stabil dan layanan terbatas. Migrasi paksa mengganggu pertanian, yang menyebabkan kerawanan pangan.

Organisasi internasional seperti Program Pangan Dunia berupaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan masa depan negara tersebut melalui pembangunan berkelanjutan dan investasi dalam bidang pendidikan dan perawatan kesehatan.

9. Yaman

PDB: USS 16,22 miliar
Jumlah penduduk: 35,08 juta jiwa

Perang saudara, ketidakstabilan politik, dan keruntuhan ekonomi selama bertahun-tahun telah menghancurkan Yaman. Konflik tersebut menyebabkan jutaan orang mengungsi di dalam perbatasan Yaman, melumpuhkan infrastruktur, dan mengganggu produksi pertanian. Kebutuhan pokok seperti makanan, air, dan obat-obatan sangat langka dan jutaan orang bergantung pada bantuan kemanusiaan seperti PBB untuk bertahan hidup.

Rakyat Yaman menghadapi banyak tantangan, termasuk kelaparan yang meluas, kekurangan gizi, dan munculnya kembali penyakit seperti kolera. Ada secercah harapan dengan upaya internasional untuk membawa perdamaian, tetapi jalan menuju pemulihan akan panjang dan sulit.

10. Madagaskar

PDB: USD 18,1 miliar
Jumlah penduduk: 25,6 juta jiwa

Madagaskar adalah negara kepulauan di pesisir tenggara Afrika. Sejak merdeka dari Prancis pada 1960, negara yang terkenal dengan keunikan satwa liarnya ini telah mengalami banyak krisis politik dan kudeta militer. Stabilitas politik yang relatif baik dan konstitusi saat ini terwujud pada 2014. Meskipun kaya akan sumber daya politik, ketidakstabilan internal, campur tangan eksternal, dan pemanfaatan sumber daya di negara ini secara terbatas tetap ada. Pertambangan dan pariwisata menjadi dua faktor besar yang berkontribusi terhadap PDB Madagaskar.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy