Jakarta – Nilai tukar Rupiah Indonesia (IDR) terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terpantau mendaki ke Rp16 ribu. Hingga Sabtu sore, 23 November 2024, pukul 17.22 waktu Aceh, nilai 1 USD bertengger di angka Rp15.943.
Padahal, pada Jumat, 22 November 2024, per pukul 14.57 data refinitiv menunjukkan kurs IDR bertengger di level Rp15.870 per USD atau menguat 0,31 persen, dari level penutupan perdagangan kemarin Rp15.920 pers USD.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan IDR berpotensi bergerak di kisaran Rp15.800 hingga Rp16.200 sampai akhir tahun nanti. Pergerakan itu, kata dia, dipengaruhi terus keluarnya aliran modal asing dari negara-negara berkembang menuju AS, karena sentimen investor kini makin cenderung mencari aset USD merespons kepemimpinan Presiden AS baru, Donald Trump.
Hal senada disampaikan Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto. Dia menegaskan pressure kondisi konflik geopolitik terutama Rusia-Ukraina, ditambah kekhawatiran prospek ekonomi di bawah Trump, masih akan dominan menekan rupiah.
Baca Juga: Rupiah ‘Babak Belur’, BI Bilang Masih Stabil
Namun, Myrdal menganggap IDR kini mampu cenderung stabil di kisaran bawah Rp16.000 karena telah diantisipasi Bank Indonesia (BI) dengan melakukan intervensi di pasar keuangan. Menurutnya, BI akan terus menjaga rupiah ke depan di bawah level Rp16.000 per USD.
“Kemungkinan resistance level Rp15.950 masih terus dijaga agar tidak break level tersebut,” ucap Myrdal dilansir dari CNCB Indonesia.
Adapun pada Senin malam, 17 Juni 2024 lalu, nilai tukar IDR ke USD sempat mencapai level Rp16.461,55. Sebelumnya, berdasarkan data Google Finance, Senin, USD berada di posisi Rp16.438, turun 0,29 persen. Namun, sempat juga berada pada level Rp16.486. Artinya, USD sempat ancang-ancang menuju level Rp16.500.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy