Gawat! Iran Ancam Ubah Teluk Persia Jadi Kuburan Massal Marinir AS, Ada Apa?

Juru bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia saat berpidato dalam upacara militer di Tehran terkait pemblokiran Selat Hormuz bagi senjata AS.
Juru Bicara Angkatan Darat Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia berbicara dalam upacara memperingati 40 hari pemakaman mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, di Tehran pada 13 Mei 2026. Foto: Press TV

Teheran – Ketegangan di Timur Tengah berada di titik nadir setelah militer Iran melontarkan ancaman paling mengerikan langsung kepada Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump. Iran bersumpah akan mengubah kawasan Teluk Persia menjadi ladang kematian bagi pasukan paman Sam.

“Jika Amerika dan Trump berani melakukan tindakan bodoh, kami akan mengubah Teluk Persia menjadi kuburan biru terbesar bagi marinir Amerika,” tegas Wakil Operasi Budaya dan Psikologis AL Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Saeed Siahsorani, Rabu, 13 Mei 2026, dilansir Press TV.

Mengapa Iran Mendadak Sekeras Ini?

Akar dari ancaman mematikan ini adalah keputusan besar Iran untuk melakukan blokade total di Selat Hormuz. Jalur perdagangan laut paling vital di dunia itu kini resmi dikendalikan penuh oleh Angkatan Bersenjata Iran.

Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, memastikan tidak ada lagi pasokan militer Barat yang bisa lewat. “Mulai saat ini, kami tidak akan membiarkan senjata Amerika transit di Selat Hormuz untuk memasuki pangkalan regional mereka,” ujarnya.

Strategi Iran: Ubah Jalur Perdagangan Jadi Ladang Uang

Tak hanya melakukan blokade militer, Iran memanfaatkan kendali penuh ini untuk aspek ekonomi yang sangat masif:

* Sektor Barat kini dijaga ketat oleh Angkatan Laut IRGC.

* Sektor Timur diawasi penuh oleh Angkatan Laut reguler Iran.

* Trik Pendapatan: Setiap kapal yang lewat wajib berada di bawah supervisi ketat Iran. Kontrol ketat ini diklaim akan menghasilkan pendapatan negara hingga dua kali lipat dari hasil minyak bumi mereka.

Pangkalan Militer AS Diklaim Sudah Rata dengan Tanah

Pihak IRGC membeberkan bahwa strategi smart blocking (pemblokiran pintar) dan perang asimetris di laut sudah berjalan. Bahkan, Siahsorani mengklaim 70 persen pangkalan militer AS di kawasan tersebut—termasuk pangkalan udara dan logistik utama seperti Arifjan, Al Udeid, Sheikh Isa, dan Ali Al Salem—telah hancur rata dengan tanah.

Doktrin Perang Berubah Total

Situasi panas ini dipicu oleh rentetan agresi militer AS-Israel sejak 28 Februari lalu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Berada di atas angin, militer Iran menyatakan doktrin pertahanan mereka kini resmi berubah menjadi ofensif (menyerang).

“Setelah revolusi pertama mengusir Shah, dan revolusi kedua mengusir Amerika dari Iran, hari ini kami akan mengusir Amerika dari seluruh kawasan untuk selamanya,” pungkas Akraminia.

Dunia kini cemas menanti, apakah gencatan senjata rapuh tertanggal 8 April akan kolaps total dan memicu Perang Dunia Ketiga?[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy