Dulu Rival, PDIP Kini Dukung Edy Rahmayadi Jadi Calon Gubernur Sumut

Edy Rahmayadi (rompi merah) saat Apel Satgas PDIP se-Sumut. Foto: Tri Vosa Fabiola Ginting/kumparan
Edy Rahmayadi (rompi merah) saat Apel Satgas PDIP se-Sumut. Foto: Tri Vosa Fabiola Ginting/kumparan

Medan – PDI Perjuangan resmi mengusung petahana Edy Rahmayadi sebagai calon Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Sabtu, 10 Agustus 2024. Dengan pengusungan itu, Gubernur Sumut periode 2018-2023 tersebut resmi menjadi kader PDIP.

“Iya otomatis kader. Kader,” ujar Ketua DPP PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat di Lapangan Astaka, Deli Serdang, Sabtu, saat Apel Satgas PDIP se-Sumut.

Pada acara itu, Edy juga diberikan surat tugas dan dipasangkan rompi PDIP serta peci berlogo Presiden ke-1 RI Sukarno. Menurut Djarot, itulah pertanda Edy menjadi kader.

“Saya undang tamu istimewa pada apel hari ini karena ini merupakan panggilan Ibu Pertiwi dan PDIP akan memberikan tugas untuknya, kami panggilkan Letjen Purnawirawan Edy Rahmayadi,” ujar Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun.

“Hari ini Pak Edy resmi menjadi keluarga PDIP,” lanjutnya. Ketika ditegaskan apakah Edy sudah punya kartu tanda anggota, Komarudin menyebut sedang diproses.

Komarudin menyebut penugasan itu merupakan perintah dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. “Oleh karena itu saya dan jajaran DPP ditugaskan untuk menyerahkan tugas partai kepada Bapak Edy menjadi Gubernur Sumut,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, saat dipersilakan, Edy pun langsung berlari dari arah luar lapangan dan naik ke atas panggung. Edy langsung menerima surat tugas. Ia dipasangkan rompi merah bertuliskan ‘Ayah untuk Sumut’.

“Hari ini, Pak Edy juga menjadi keluarga PDIP,” kata Komarudin.

Dalam penyerahan surat tugas ini, turut hadir Ketua DPD PDIP Yasonna Laoly dan Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon.

Sebelumnya, Edy menyebut dirinya adalah PDIP sehingga ia pasti hadir di acara tersebut. “Iyalah [hadir]. Saya, kan, PDIP,” ujar pria kelahiran Sabang, 10 Maret 1961 tersebut.

Kini, dengan dukungan PDIP tersebut, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ke-37 itu akan menjadi lawan menantu Jokowi, Bobby Nasution, di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut 2024.

Saingan Pilgub Sumut 2018

Pada Pilgub Sumut 2018, Djarot adalah rival Edy. Edy terpilih sebagai Gubernur Sumut 2018-2023 dengan dukungan penuh Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Edy bahkan pensiun dini sebagai Pangkostrad untuk maju dalam Pilgub Sumut 2018.

Saat itu, Edy berpasangan Musa Rajekshah, Ketua PMI Medan. Selain Gerindra, pasangan ini diusung oleh Golkar, NasDem, Hanura, PKS, PAN, dan didukung Demokrat, PKB, PBB, Perindo, dan Garuda.

Sementara yang menjadi lawan mereka saat itu adalah Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus yang didukung PDIP dan PPP serta didukung PKPI dan PSI.

Hasilnya, Edy dan Musa meraih 57,58 persen suara. Sedangkan Saiful dan Sihar 42,42 persen.

Pada Pilgub Sumut 2024, PDIP bisa mengusung calon gubernur tanpa harus berkoalisi karena mereka memiliki 21 dari 100 kursi di DPRD Sumut.

PDIP sudah memenuhi syarat 20 persen perolehan kursi untuk mengusung calon gubernur-wakil gubernur.

Sementara lawan Edy, Bobby Nasution, mendapat dukungan dari partai anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang merupakan barisan pendukung Prabowo-Gibran di Pilpres, mulai dari Gerindra, Golkar, PAN, dan Demokrat.

Selain itu, Bobby juga mendapat dukungan dari sejumlah parpol di luar KIM, yakni PKB, NasDem, PPP dan PKS.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy