PNL Kukuhkan 1.655 Mahasiswa Baru, Direktur: Kampus Ini Kawah Candradimuka untuk Menempa Masa Depan

Direktur bersama mahasiswa baru PNL
Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe, Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., dan Ketua Panitia PKKMB PNL 2026, Safriadi, S.Kom., M.T., foto bersama mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Foto: Humas PNL

Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengukuhkan 1.655 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 16–19 Agustus 2026 itu menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan akademik, budaya kampus, pendidikan vokasi, serta nilai-nilai yang akan membentuk perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di PNL.

Direktur PNL, Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menyebut kampus bukan sekadar tempat mengejar gelar dan ijazah, melainkan ruang untuk belajar, bertumbuh, ditempa, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Saudara tidak salah memilih PNL. Saudara telah memilih sebuah institusi pendidikan vokasi yang akan membawa Saudara semakin dekat dengan dunia nyata: dunia industri, dunia usaha, teknologi, inovasi, kewirausahaan, serta berbagai perubahan besar yang sedang terjadi di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

PNL Sebagai Kawah Candradimuka

Menurutnya, perjalanan di perguruan tinggi tidak selalu mudah. Mahasiswa akan berhadapan dengan tugas, praktikum, proyek, kritik, tantangan, bahkan kegagalan. Namun, justru melalui proses itulah pendidikan menemukan maknanya.

“PNL adalah kawah candradimuka. Di sinilah Saudara akan ditempa. Bukan hanya agar menjadi mahasiswa yang mampu memperoleh nilai tinggi, tetapi menjadi manusia yang terampil tangannya, tajam pikirannya, kuat karakternya, luas wawasannya, dan luhur akhlaknya,” tegasnya.

Direktur menambahkan, PNL tidak ingin mahasiswa kelak meninggalkan kampus hanya dengan membawa selembar ijazah. Lebih dari itu, lulusan harus membawa kompetensi, karakter, keberanian, jejaring, pengalaman, serta kemampuan untuk menciptakan masa depannya sendiri.

Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadi penonton di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Perkembangan artificial intelligence, otomasi, transformasi digital, energi baru, ekonomi kreatif, dan berbagai teknologi mutakhir akan terus mengubah lanskap pekerjaan serta kebutuhan industri.

Karena itu, masa kuliah, menurutnya, tidak boleh berhenti pada rutinitas datang ke kampus, duduk di ruang kelas, menyelesaikan tugas, mengikuti ujian, lalu pulang. Mahasiswa didorong menghidupkan laboratorium dan workshop, aktif berorganisasi, membangun jejaring, mengikuti kompetisi, melahirkan inovasi, menguasai bahasa asing, teknologi dan kecerdasan buatan, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.

“Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal. Orang-orang besar bukanlah mereka yang tidak pernah mengalami kegagalan, tetapi mereka yang selalu mempunyai keberanian untuk bangkit setiap kali kehidupan menjatuhkannya,” katanya.

Direktur juga mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap masa depan. Pertanyaan “Setelah lulus, saya akan bekerja di mana?” perlu ditingkatkan menjadi pertanyaan yang lebih mendasar: “Kompetensi apa yang harus saya miliki agar dunia membutuhkan saya?”

Menurutnya, ketika kompetensi kuat, karakter terjaga, komunikasi baik, jejaring luas, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi terus diasah, lulusan tidak semata-mata menjadi pencari kesempatan, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang dicari oleh kesempatan.

Di hadapan mahasiswa baru, ia turut menekankan bahwa identitas sebagai mahasiswa PNL membawa tanggung jawab moral. Mahasiswa diminta menjaga etika, menghormati dosen, tenaga kependidikan, senior dan sesama mahasiswa, merawat fasilitas kampus, menghargai perbedaan, serta menjauhi kekerasan, perundungan, narkoba, intoleransi, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.

“Kampus tidak bertanya seberapa hebat Saudara ketika datang. Kampus akan melihat seberapa jauh Saudara mau bertumbuh selama berada di dalamnya,” ucapnya.

Ia berharap, dari 1.655 mahasiswa yang hari ini memulai perjalanan di PNL, kelak akan lahir para engineer, teknolog, entrepreneur, inovator, profesional, dan pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan bagi Aceh, Indonesia, bahkan dunia.

Inovasi PKKMB Berbasis Digital

Ketua Panitia PKKMB PNL 2026, Safriadi, S.Kom., M.T., mengatakan sebanyak 1.655 peserta mengikuti PKKMB yang tersebar pada enam jurusan di lingkungan PNL. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Agustus 2026.

Pelaksanaan PKKMB tahun ini juga semakin diperkuat dengan pemanfaatan teknologi informasi. Proses pendaftaran dan absensi peserta dilaksanakan berbasis IT sebagai bagian dari transformasi layanan kampus sekaligus membiasakan mahasiswa baru dengan ekosistem akademik yang semakin digital.

Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe tentang Penetapan dan Pengukuhan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL, Dr. (C). Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom. Pembacaan keputusan tersebut menjadi penanda resmi bergabungnya mahasiswa baru ke dalam keluarga besar Politeknik Negeri Lhokseumawe.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy