[FOTO] Harga Kopi Gelondong Arabika Gayo Naik

biji kopi Arabika Gayo greenbean grade A (kanan). Kopi asalan yang masih ada sampah dan biji rusak (kanan). Foto: Line1.News/Fbp
Biji kopi Arabika Gayo greenbean grade A (kanan). Kopi asalan yang masih ada sampah dan biji rusak (kiri). Foto: Line1.News/Fbp

Di Bener Meriah, harga kopi gelondong (buah merah) Arabika Gayo hingga pertengahan Oktober 2024, sudah mencapai Rp16 ribu per bambu, khususnya di wilayah Kecamatan Wih Pesam dan Bukit yang berada di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut.

Sebelumnya, pada permulaan masuk musim panen di awal Agutus 2024, harga kopi gelondong Arabika Gayo berada di kisaran Rp12 ribu per bambu.

Harga yang turun ini disebabkan cuaca kering di kuartal kedua tahun 2024. Saat itu, pembuahan kopi putik (buah muda) mengalami kekurangan air akibat curah hujan sangat kurang.

Proses pembuahan kopi sangat tergantung curah hujan. Bila tidak ada curah hujan satu hingga dua bulan di saat fase pembuahan atau pematangan, maka kualitas buah kurang bagus, trase (persentase biji kopi cacat) tinggi dan ini mengakibatkan harga turun.

Namun, harga biji Kopi Arabika Gayo pada Oktober 2024 ini, masih tergolong rendah bila dibandingkan saat akhir musim panen tahun lalu (2023/2024). Saat itu, harga Kopi gelondong mencapai 18-19 ribu per bambu.

Kebiasaannya, dari harga kopi tertinggi Rp18 ribu, kemungkinan turun harga di awal panen tidak lebih dari 20 persen. Menjelang panen raya, harga kopi akan kembali naik seiring kualitas buah merah sudah bagus. Foto-foto: Line1.News/Fbp

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy