Aceh Go Digital: Menyulut Asa Pelaku UMKM Takengon Naik Kelas Lewat Sentuhan Kreatif

Pelatihan UMKM marketing digital
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemkab Aceh Tengah, Salman Nuri, menyerahkan souvenir produk UMKM kepada Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, usai pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas SDM pelaku UMKM. Foto: Humas Aceh Tengah

Takengon, Line1News – Gerakan Aceh Go Digital di dataran tinggi Gayo terus bergulir membawa angin segar bagi para pelaku usaha lokal. Setelah sehari sebelumnya riuh dengan antusiasme komunitas foto, ruang Ballroom Gayo Petro Hotel, Takengon, kembali dipenuhi energi positif pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kali ini, giliran para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Aceh Tengah yang datang membawa mimpi besar: membawa produk lokal mereka menembus pasar digital yang tanpa batas.

Langkah nyata yang digagas oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI ini bukan sekadar pelatihan formal di atas kertas. Ini adalah panggung bagi para perajin kerawang Gayo, petani kopi, hingga pengelola wisata untuk saling belajar, bertukar cerita, dan merajut harapan baru pascabencana yang sempat melanda daerah mereka.

Apresiasi mendalam datang dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Bupati yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Salman Nuri, mengaku bangga karena daerahnya dipercaya menjadi pusat gerakan perubahan ini.

“Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah menunjuk Kabupaten Aceh Tengah sebagai salah satu tuan rumah pengembangan SDM ini,” ujar Salman, dikutip dari rilis Pemkab Aceh Tengah.

Ia optimis bahwa bimbingan dari pusat akan menjadi motor penggerak bagi produk-produk unggulan daerah agar tidak hanya dikenal di kandang sendiri. “Aceh Tengah kaya akan kopi Gayo, pesona wisata, hingga keindahan fashion berbasis budaya seperti kerawang Gayo. Kehadiran Kemenekraf di sini adalah investasi bagi manusia-manusia kreatif kita, agar produk mereka punya nilai tambah dan mampu mendongkrak kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Baca Juga: Bikin Bangga! Kemenekraf Proyeksikan Aceh Tengah Jadi Motor Ekonomi Kreatif Aceh

Semangat memanusiakan pembangunan ekonomi ini juga ditegaskan oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai. Membuka acara mewakili Menteri Ekonomi Kreatif, Adi memuji kolaborasi apik yang ditunjukkan oleh warga dan pemerintah daerah. Bagi Adi, inti dari upskilling atau peningkatan kapasitas ini adalah rantai kebaikan yang tidak boleh terputus.

“Kami ingin talenta kreatif di Takengon tidak hanya pintar sendiri setelah keluar dari ruangan ini. Ilmu yang didapat harus ditularkan kepada pelaku UMKM dan industri kreatif lainnya di luar sana,” harap Adi.

Adi memaparkan rantai efek positif jika masyarakat dibekali kemampuan digital yang mumpuni. Ketika kemampuan warga meningkat, usaha mereka otomatis akan naik kelas (scale up).

“Kalau industrinya maju, lapangan kerja baru akan terbuka untuk anak-anak muda kita. Kesejahteraan keluarga meningkat, dan pada akhirnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Tengah pun ikut terdongkrak,” pungkasnya optimis.

Melalui denyut nadi Aceh Go Digital, Takengon kini sedang meniti jalan untuk membuktikan bahwa kearifan lokal yang dipadukan dengan sentuhan teknologi mampu melahirkan kemandirian ekonomi yang tangguh dari tangan warganya sendiri.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy