Lapas Lhoksukon Over Kapasitas 4 Kali Lipat, Kalapas Usulkan Gedung Baru Rp45 Miliar

Kalapas Lhoksukon Muhidfuddin
Kalapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin. Foto: Psc

Aceh Utara, Line1News – Kondisi sesak dan memprihatinkan kini membayangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara. Tempat yang idealnya hanya menjadi ruang pembinaan bagi 80 warga binaan, kini terpaksa harus menampung hingga 372 orang di dalamnya.

Lonjakan penghuni yang mencapai lebih dari empat kali lipat ini membuat ruang gerak warga binaan menjadi sangat terbatas. Berbagai program pembinaan dan aktivitas harian pun terpaksa berjalan tersendat akibat keterbatasan ruang dan fasilitas yang ada.

Pengajian Harus Bergiliran akibat Musala Sempit

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, mengungkapkan bahwa padatnya isi lapas berdampak langsung pada hak ibadah para penghuni. Salah satunya terlihat pada kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap Senin hingga Jumat. Akibat kapasitas musala yang sangat sempit dan tidak mampu menampung seluruh jemaah, para warga binaan terpaksa mengaji secara bergiliran.

Selain masalah kepadatan, faktor alam juga menjadi ancaman nyata. Lokasi Lapas saat ini di Gampong Kuta Lhoksukon berada di zona rawan banjir. Setiap kali musim hujan tiba, air yang merendam kawasan tersebut kerap melumpuhkan aktivitas pembinaan serta mengganggu kenyamanan warga binaan.

Lahan Hibah 4 Hektare

Guna memanusiakan para warga binaan, Pemkab Aceh Utara kini telah menghibahkan lahan baru seluas sekitar 4 hektare di Gampong Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, tepat di belakang Polres Aceh Utara. Sertifikat tanah sudah rampung dan usulan pembangunan telah diajukan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Untuk usulan atau permohonan pembangunan gedung baru sudah diajukan kepada pemerintah pusat untuk proses pembangunan tersebut. Mudah-mudahan bisa segera terealisasikan gedung baru di lahan itu,” kata Muhidfuddin kepada wartawan, Senin, 17 Agustus 2026.

Muhid menyebut usulan anggaran yang diajukan untuk membangun kompleks Lapas baru yang layak ini mencapai sekitar Rp45 miliar.

“Inikan baru pengajuan, kita belum tahu nanti seperti apa realisasinya, karena juga terdapat penyesuaian atau efisiensi,” ujarnya.

Melalui ketersediaan lahan hibah ini, pihak Lapas sangat berharap pemerintah pusat bisa segera memberikan kepastian dan dukungan anggaran secara matang. Gedung baru bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan mendesak untuk memberikan tempat yang lebih manusiawi bagi para warga binaan selama menjalani masa hukuman.

“Tentunya kita berharap bisa segera terlaksana pembangunan gedung baru untuk warga binaan di Lapas Lhoksukon,” ucap Muhid.[]

Baca Juga: Harapan Baru dari Punteuet: Lapas Lhokseumawe Resmi Tempati Gedung Baru yang Lebih Manusiawi

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy