Bireuen – Gampong Cot Ara di Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, masih tertimbun lumpur sisa banjir bandang akhir November 2025.
Sementara 54 hektare sawah yang menjadi tumpuan hidup 75 persen warga kini tak bisa digarap lagi. Sawah-sawah tersebut kini menjadi hamparan pasir bercampur lumpur.
“Semua rumah di sini tertimbun lumpur, paling rendah [ketebalan] satu meter,” ujar Geuchik Cot Ara Herman kepada Tim Laskar Pemuda Aceh yang datang menyalurkan bantuan ke posko pengungsian di tempat tersebut pada Kamis, 22 Januari 2026.

Cot Ara dihuni 215 keluarga. Setelah satu setengah bulan bertahan di bawah tenda pengungsian, warga mulai membersihkan rumah mereka dengan alat seadanya. Alat berat dari pemerintah setempat yang mereka nanti-nantikan untuk mengeruk lumpur, tak kunjung datang.
Ini kan menjelang Ramadan, tidak mungkin masyarakat terus bertahan di tenda darurat,” ungkap Herman kepada Tim KPA Simpang Keuramat dan perwakilan Masyarakat Aceh Melayu Distrik Rawang, Selangor, Malaysia, usai serah terima bantuan sembako di halaman mesjid setempat.
Di Bireuen, bantuan Masyarakat Aceh Melayu Distrik Rawang dilasurkan di enam gampong. Bermula di Keurumbok, Cot Ara, Rancong, dan Meusee di Kuta Blang. Kemudian berlanjut ke Kubu dan Pante Baro Buket Panyang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy