Satu Dekade Semnas PNL: Dirjen Risbang Kemdiktisaintek Beberkan Strategi Hilirisasi Riset Terapan Nasional

Dirjen Risbang Kemdiktisaintek Dr Fauzan Adziman memakai baju batik cokelat sedang berpidato di podium Aula PNL dengan latar belakang layar persentase digital
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menyampaikan orasi ilmiah mengenai arah kebijakan riset dan Dual-Track Strategy pada Seminar Nasional ke-10 Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rabu (21/10/2026). Foto: Dok. Panitia PNL

Lhokseumawe, Line1News — Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi industri. Komitmen ini ditegaskan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional ke-10 Tahun 2026 di Aula Lantai III Gedung Utama PNL, Rabu, 21 Oktober 2026.

Mengusung tema “Hilirisasi Riset Terapan melalui Transformasi Digital untuk Memperkuat Ketahanan Energi, Industri, dan Ekonomi Berkelanjutan”, seminar ini menjadi forum akademik strategis. Agenda ini sukses mempertemukan gagasan ilmiah, hasil penelitian, serta kebutuhan nyata dunia industri dan masyarakat.

Pertemuan ilmiah tahunan ini menghadirkan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. Ia menyampaikan orasi ilmiah mengenai arah kebijakan riset nasional dan penguatan hilirisasi inovasi.

Selain itu, seminar juga menghadirkan dua keynote speaker jempolan:

• Hadi Fauzi, S.T., Ph.D. (Production Superintendent PT Pema Global Energi)

• Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D. (Akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember / ITS)

Satu Dekade Konsistensi: 181 Artikel Ilmiah Dipaparkan

Ketua Panitia Seminar Nasional ke-10 PNL, Elwina, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung perhelatan ini. Agenda tahunan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) PNL ini resmi memasuki satu dekade penyelenggaraan sebagai bukti konsistensi institusi.

“Tahun ini, Seminar Nasional PNL menerima sebanyak 181 artikel ilmiah, terdiri atas 115 artikel penelitian dan 66 artikel pengabdian kepada masyarakat, yang berasal dari Politeknik Negeri Lhokseumawe dan kampus lainnya,” ungkap Elwina.

Elwina menambahkan, forum diseminasi ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus penguatan jejaring akademik lintas kampus.

“Kami berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi dan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat,” pungkasnya.

Pendidikan Vokasi Harus Hadirkan Solusi Industri

Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL, Dr. (C) Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom., mengapresiasi tinggi orasi ilmiah dari Dirjen Risbang Kemdiktisaintek serta kontribusi para pembicara utama dari dunia industri dan akademisi.

Menurutnya, tema besar tahun ini sangat relevan dengan khittah pendidikan vokasi yang menempatkan penelitian terapan, inovasi teknologi, dan kemitraan dunia usaha dunia industri (DUDI) sebagai motor penggerak utama.

“Perguruan tinggi, khususnya politeknik, harus mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi kebutuhan industri dan masyarakat. Transformasi digital menjadi instrumen penting dalam mempercepat hilirisasi hasil penelitian,” urai Muhammad Arhami.

Ia juga mendorong para dosen dan peneliti untuk terus mendongkrak kualitas serta kuantitas publikasi ilmiah, memperluas kerja sama riset lintas institusi, dan menelurkan inovasi yang bernilai komersialisasi.

“Publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari kemajuan akademik. Namun, keberhasilan sebuah penelitian juga harus tercermin dari sejauh mana hasilnya dapat dimanfaatkan, dikembangkan menjadi inovasi, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan,” tambahnya.

Transformasi Riset: Mengenal Dual-Track Strategy

Dalam orasi ilmiahnya, Dirjen Risbang Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, memaparkan arah transformasi kebijakan riset nasional yang kini semakin berorientasi pada pemecahan masalah (problem-solving), penguatan kolaborasi, dan penciptaan nilai tambah.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan riset nasional saat ini diarahkan fokus pada lima bidang strategis:

1. Ketahanan pangan dan kesehatan.

2. Energi baru dan terbarukan (EBT).

3. Semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), serta ekonomi digital.

4. Hilirisasi dan reindustrialisasi.

5. Pertahanan dan material maju.

Fauzan menekankan pentingnya membangun kemitraan multipihak yang melibatkan perguruan tinggi, BUMN, industri dalam dan luar negeri, pemerintah daerah, organisasi, perusahaan rintisan (startup), investor, serta kementerian/lembaga. Kolaborasi ini bertujuan agar riset tidak berakhir sebagai tumpukan kertas publikasi atau prototipe di laboratorium saja, melainkan menjelma menjadi produk komersial bernilai ekonomi.

Dalam paparannya, Fauzan memperkenalkan pendekatan Dual-Track Strategy, yaitu strategi pengembangan riset melalui dua jalur yang saling melengkapi:

• Pendekatan Horizontal: Diarahkan untuk memperluas pemerataan kapasitas dan kesempatan penelitian di seluruh institusi.

• Pendekatan Vertikal: Berfokus tajam pada penguatan riset strategis yang memiliki potensi dampak skala nasional lebih besar.

Klaster Program Riset TA 2027 dan Sinergi Pemangku Kepentingan

Lebih lanjut, Fauzan memaparkan arah pengembangan tujuh klaster program riset dan pengembangan tahun anggaran 2027:

• Riset fundamental dan pengabdian kepada masyarakat.

• Penguatan pusat dan fasilitas riset.

• Kemitraan, hilirisasi, dan komersialisasi.

• Pengembangan talenta riset.

Arah kebijakan ini menegaskan kampus tidak boleh lagi sekadar menjadi menara gading produksi pengetahuan. Perguruan tinggi dituntut bertransformasi menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru berbasis inovasi melalui keterhubungan erat dengan sektor hilir.

Bagi PNL sendiri, momentum satu dekade ini menjadi batu loncatan strategis untuk memacu produktivitas publikasi ilmiah terapan yang adaptif terhadap transformasi digital dan relevan dengan peta jalan pembangunan daerah maupun nasional.

Acara bergengsi ini turut dihadiri jajaran tokoh penting, di antaranya Bupati Bireuen H. Mukhlis Takabeya, perwakilan Pemko Lhokseumawe dan Pemkab Aceh Utara, manajemen PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Perta Arun Gas (PAG), dan PT Pema Global Energi (PGE), Wakil Rektor I Universitas Malikussaleh (Unimal), serta segenap pemangku kepentingan akademik lainnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy