Jantho – Investor asal Malaysia bernama OGGEC (Oil, Gas, Gasification Entraps Carbon) Sdn Bhd, akan membangun industri daur ulang baterai mobil listrik di Aceh Besar.
“Nanti, baterai [bekas] tersebut akan dibawa masuk ke Aceh Besar untuk didaur ulang untuk dibuat baru. Setelah itu, baterai tersebut baru di ekspor kembali ke negara-negara yang membutuhkannya,” ujar Bupati Aceh Besar Muharram Idris atau Syech Muharram saat penandatanganan perjanjian kerja sama pengoperasian industri pemulihan tembaga dan lithium dengan OGGEC serta PT Aceh Dynamic Plus, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Sabtu, 24 Mei 2025.
Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan antara Syech Muharram dengan Chief Executive Director (CEO) OGGEC Michael Soh dan Direktur Utama PT Aceh Dynamic Plus Munawar Khalil.
Sesuai kesepakatan yang dibuat bersama investor, kata Muharram, proyek daur ulang baterai mobil listrik tidak akan menimbulkan polusi.
“Proyek ini bersih, tidak ada polusi udara dan tidak berefek bagi kesehatan masyarakat disekitarnya,” tuturnya dikutip dari Laman Pemkab Aceh Besar.
Selain itu, Pemkab dan OGGEC serta PT Aceh Dynamic Plus bersepakat memakai 95 persen tenaga kerja lokal. Sedangkan lima persen lagi pekerja dari pihak investor yang dilibatkan dalam proyek tersebut.
“Jadi, nanti mereka juga akan mentrasfer ilmu teknologi kepada pekerja lokal, sehingga dalam perjalanan mereka bisa terus belajar untuk berkerja secara profesional,” ujarnya.
Muharram menambahkan, penandatanganan kerjasama dengan OGGEC Malaysia dan PT Aceh Dynamic Plus merupakan langkah awal dan berkelanjutan untuk tumbuhnya proyek-proyek besar lainnya di kabupaten itu.
“Kami juga mengajak seluruh investor lain untuk berinvestasi di Aceh Besar. Maka, mari kita bergerak, berbuat dan melaksanakan demi kemakmuran masyarakat Aceh Besar.”
Sementara itu, Michael Soh mengatakan penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut merupakan langkah awal untuk menaati peraturan dalam mendirikan pabrik lithium dan tembaga di Aceh Besar.
“Ini sebuah kemajuan wujud nyata dari komitmen kerja bersama ini, sebagai pembangunan yang berkelanjutan, ramah lingkungan dan memberikan manfaatkan langsung kepada masyarakat lokal,” ujarnya.
Soh menjelaskan, tembaga dan lithium merupakan bahan baku sangat penting di era energi terbaru dalam kombinasi listrik.
Karena itu, kata dia, kesepakatan kerja sama tidak hanya semata mengandalkan penambangan, tetapi membuka lapangan kerja baru dan memberikan pelatihan keterampilan bagi pekerja lokal.
“Sehingga bisa mendorong masuknya investor luar ke Aceh Besar, menjadikannya sebagai contoh kepada investasi lain di kawasan Asia Tenggara.”
Soh menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Aceh Besar atas kepercayaan dan komitmen dalam kerjasama ini.
“Dukungan dan kepercayaan merupakan kunci keberhasilan dari proyek yang akan kita kembangkan. Mari kita bergandeng tangan dan berkerjasama untuk memajukan Kabupaten Aceh Besar ke depan.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy