Ironi Gajah Sumatra di Pidie Jaya: Mati Terseret Banjir, Dipakai Bersihkan Puing Sisa Bencana

Gajah Sumatra di Pidie Jaya
Gajah Sumatra dilibatkan mengangkut puing kayu sisa banjir bandang di Pidie Jaya. Foto: Antara via Tempo

Meureudu – Empat ekor Gajah Sumatra milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dikerahkan untuk membantu proses pembersihan material pascabencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Senin, 8 Desember 2025.

Melansir Tempo.co, gajah-gajah tersebut dikerahkan untuk menarik timbunan kayu dan material berat yang terseret arus banjir bandang akhir November lalu.

Pembersihan material dipusatkan di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua. Kawasan tersebut merupakan salah satu kawasan yang paling terdampak akibat tumpukan kayu dan lumpur.

“Mereka (gajah) langsung kami kerahkan untuk menarik kayu-kayu besar serta material berat lainnya yang menumpuk akibat banjir,” ujar Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Inspektur Polisi Satu Fauzi Admaja, dalam keterangan tertulisnya.

Kapolres Pidie Jaya Ajun Komisaris Besar Ahmad Faisal Pasaribu mengatakan, kedatangan gajah-gajah itu tak hanya untuk membantu membersihkan material pascabencana. Namun, juga dihadirkan sebagai bentuk dukungan psikologis bagi anak-anak yang terdampak banjir.

Menurut dia, kehadiran gajah-gajah tersebut di sana bisa membawa suasana ceria. “Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka.”

Di media sosial, pelibatan gajah-gajah itu mendapat tanggapan beragam. Banyak warganet menyayangkan karena gajah juga korban dari bencana tersebut.

“yg ngerusak hutan nya manusia, yg disuruh bebersih gajah kurang ajar apalagi coba,” tulis akun X @rif*** dilihat Kamis, 11 Desember 2025.

Ada juga sindiran dari akun @bek** “Yang tebang pohon sampai hutan ludes itu binatang semua makanya bersihkan puing kayu gelondongan pakai jasa Paman Gajah. Sehat-sehat ya paman.”

Sementara akun @lia*** mencuit “Ini ide siapa yg suruh gajah turun?! BNPB gak ada alat berat kah yg bisa dipergunakan?”

“mereka yg diusir, mereka yang dirusak habitatnya, mereka yang ikut ngelestariin lingkungan, giliran bencana gegara deforestasi hutan yg ngerusak semua MEREKA JUGAA YANG BERESIN WOIII PEMERINTAH LU YG BNER AJEEEEE,” tulis akun @stro***.

Menurut informasi dari akun @poko*** keempat gajah itu berasal dari Pusat Latihan Gajah Saree, Aceh Besar. Nama keempat gajah itu adalah Midok, Azis, Nonik dan Abu.

Pascatsunami Aceh 2004, Midok juga ikut membantu proses evakuasi. Saat itu usia Midok masih 20 tahun.

BKSDA Aceh melalui akun Instagram @bksda_aceh menyebutkan empat ekor gajah jinak itu kini telah diistirahatkan. Kondisi keempatnya sehat dan bugar.

“Kondisi kesehatan, asupan pakan/nutrisi dan kebutuhan air, selalu dipantau dan diawasi oleh tim dokter hewan BKSDA Aceh dan FKH-USK. Sejak hari Selasa kemarin, keempat gajah sumatera ini sudah diistirahatkan untuk memberikan kesempatan sosialisasi dan relaksasi,” tulis akun tersebut, Kamis, 11 Desember 2025.

Senada dengan ucapan Kapolres Pidie, BKSDA menyebut kehadiran gajah tersebut di tengah-tengah masyarakat yang terdampak cukup parah menjadi penghibur sejenak, membuat senyum lepas anak-anak merekah.

“Atensi besar teman-teman yang diberikan kepada kami sangat kami hargai. Terima kasih atas saran dan kritik yang disampaikan kepada kami. Setiap masukan sangat berarti untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan kesejahteraan satwa. Semoga kabar baik ini dapat menghadirkan ketenangan bagi semua yang peduli. Bersama, kita terus menjaga dan merawat mereka yang tidak dapat menyuarakan dirinya sendiri.”

Ironinya, beberapa hari sebelum puing kayu sisa banjir dibersihkan, pada 5 Desember 2025, Sinarpidie.co melansir foto bangkai seekor gajah diperkirakan berusia sekira lima tahun.

Gajah tersebut ditemukan mati terseret arus banjir bandang di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu. Foto itu merekam sebagian tubuh binatang berbelalai itu tertimbun lumpur di samping sebatang kayu gelondongan ukuran besar.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy