Lhokseumawe – Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Aneuk Nanggroe, Samanhudi mengungkapkan kepada Penjabat Wali Kota Lhokseumawe A Hanan bahwa sekolah yang dipimpinnya kekurangan guru.
Sebagian guru di SLB yang terletak di Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua itu, kata Samanhudi, telah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.
“Kondisi di tempat kami sekarang kekurangan guru, Pak Wali,” ujar Samanhudi kepada Hanan yang datang untuk memperingati Hari Anak Nasional di sekolah tersebut, Jumat dikutip Sabtu, 27 Juli 2024.
Di sana, Hanan melihat anak-anak disabilitas itu berusaha menampilkan kemampuan yang mereka punya di hadapannya. Mulai dari menghafal Al-Qur’an, paduan suara, hingga menyanyi solo.
Hanan mengungkapkan kebanggaannya terhadap anak-anak yang memiliki kemampuan luar biasa itu, termasuk yang sudah menjadi tahfiz.
Karena itu, ia memberikan pesan khusus kepada para guru yang masih tersisa di sekolah itu untuk mengembangkan kemampuan anak didik agar kelak bisa mandiri. “Talenta yang mereka miliki harus terus ditampilkan,” ujarnya.
Hanan menilai program-program yang ada di SLB Aneuk Nanggroe sangat bagus. Tapi dia berharap anak-anak SLB Aneuk Nanggroe mendapatkan kesempatan tampil sesuai kemampuan mereka.
“Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Saya selaku ayah di sini berpesan kepada semua orang tua agar bangga kepada anaknya karena mereka adalah anugerah dari Allah yang diberikan kepada kita.”
Perayaan Hari Anak Nasional ke-40 itu digelar atas kerjasama antara Forum Anak Lhokseumawe Kreatif (FALAK) dengan SLB Aneuk Nanggroe. Turut hadir Ketua Pj TP PKK Lhokseumawe, Ketua DWP Lhokseumawe, dan Kepala DP3AP2KB Lhokseumawe.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy