Kepala BNPB Minta Jaringan Air Bersih Terkoneksi ke Seluruh Huntara di Aceh

Huntara Aceh Tamiang
Foto udara kawasan hunian sementara dibangun Danantara di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu, 25 Januari 2026. Foto: Antara Foto/Nova Wahyudi

Karang Baru – Kepala BNPB Suharyanto meminta jaringan pipa air bersih terkoneksi ke seluruh hunian sementara (huntara) di Aceh. Hal tersebut dikatakan Suharyanto kepada petugas lapangan saat meninjau huntara Pulo Tiga, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu, 25 Februari 2026.

Menurut Wakil Ketua II Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra itu, air bersih termasuk kebutuhan mendesak selain logistik sembako bagi penyintas bencana di Aceh demi menunjang kelancaran mereka menjalankan ibadah Ramadan.

“Percepat pemenuhan kebutuhan mendesak, termasuk penyediaan suplai air bersih melalui jaringan pipa yang terhubung langsung ke fasilitas penampungan air di lokasi huntara,” ujarnya dilansir Antara.

Berdasarkan data Posko Satgas PRR wilayah Aceh, hingga pertengahan Februari 2026 sebanyak 8.562 unit rumah huntara telah dibangun. Khusus di Aceh Tamiang, ada 1.295 unit huntara termasuk di Pulo Tiga.

Huntara Pulo Tiga dibangun BNPB beserta fasilitas sumur, kamar mandi, WC, dapur, dan jaringan listrik. Ada 30 keluarga menghuni huntara tersebut. Mereka merupakan warga dari Dusun Tempel, Kecamatan Tamiang Hulu, yang rumahnya hancur akibat banjir bandang akhir November 2025.

Baca juga: Sambangi BP BUMN, Dek Fad Usul Huntara Dialihkan ke Huntap

Beberapa hari sebelumnya, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad mengusulkan rencana pembangunan huntara bagi korban bencana dialihkan ke hunian tetap (huntap).

Usulan itu disampaikannya saat menyambangi Kantor Kementerian BUMN/Badan Pengaturan (BP) BUMN di Jakarta pada Selasa pagi, 24 Februari 2026.

Dek Fad menjelaskan rencana awal BP BUMN membangun sekitar 12 ribu unit huntara di Aceh. Dalam perkembangannya, pembangunan huntara melalui BNPB dan Kementerian PUPR telah berjalan cukup masif.

Saat ini, kata Dek Fad, kontribusi BP BUMN tercatat baru terealisasi sekitar seribu lebih unit huntara. Karena itu, Pemerintah Aceh mengusulkan agar rencana awal pembangunan huntara dialihkan untuk mendukung pembangunan huntap yang lebih permanen bagi masyarakat.

Dek Fad mengatakan Pemerintah Aceh telah menyiapkan lokasi pembangunan huntap sehingga program dapat segera dipercepat apabila dukungan dialihkan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy