Mengintip Ceria Siswa SD 7 Kuta Makmur Belajar ‘Emosi Berwarna-Warni’ Bareng Mahasiswa KKN Unimal

Mahasiswa KKN Unimal bersama siswa SDN7 Kuta Makmur
MOMEN KEBERSAMAAN: Para siswa kelas awal SDN 7 Kuta Makmur bersama guru dan mahasiswa KKN Unimal Kelompok 51 mengabadikan momen di depan spanduk Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026. Kegiatan kolaboratif ini sukses menghadirkan metode belajar yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak-anak desa setempat. Foto: Dok. KKN Unimal Kelompok 51

Aceh Utara, Line1News – Ruang kelas SD Negeri 7 Kuta Makmur di Desa Kulam, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, mendadak riuh oleh tawa dan celoteh riang anak-anak, Senin, 24 Agustus 2026. Hari itu, kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 51 membawa warna baru. Lewat program psikoedukasi bertajuk “Emosi Berwarna-Warni” dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), para mahasiswa mengajak siswa kelas 1 dan 2 menyelami dunia perasaan sekaligus belajar menjaga kesehatan sejak dini.

Sentuhan humanis sengaja dihadirkan agar materi tidak terasa kaku. Mahasiswa Kelompok 51 memadukan gambar, permainan, nyanyian, hingga praktik langsung. Pendekatan interaktif ini sukses mencairkan suasana, membuat anak-anak yang awalnya malu-malu menjadi begitu aktif menirukan gerakan dan bernyanyi bersama.

Menamai Perasaan Lewat Warna

Bagi anak-anak usia awal, mengenali apa yang bergejolak di dalam dada bukanlah hal mudah. Melalui program “Emosi Berwarna-Warni”, mahasiswa psikologi mencoba menjembatani hal tersebut menggunakan media warna. Rasa senang, sedih, marah, takut, hingga kecewa dianalogikan ke dalam warna-warna yang dekat dengan dunia mereka. Tujuannya sederhana namun mendalam: agar anak-anak mampu mengenali, menyebutkan, dan mengekspresikan emosi mereka secara sehat.

Anak-anak diajak memahami bahwa menangis saat sedih atau merasa takut adalah hal yang manusiawi. Mereka dirangkul untuk tidak memendam perasaan sulit tersebut dan diajarkan untuk berani bercerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang mereka percayai.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa semua emosi itu wajar. Mereka boleh merasa marah, sedih, takut, atau kecewa, tetapi yang paling penting adalah bagaimana mereka mengenali dan mengekspresikan emosi tersebut dengan cara yang baik. Dengan mengenalkan emosi melalui warna, kami berharap anak-anak lebih mudah memahami apa yang sedang mereka rasakan,” ujar Eka Syahfitri, mahasiswa KKN jurusan Psikologi yang bertindak sebagai pemateri, dikutip pada Minggu (30/8/2026).

Tangan Bersih, Tubuh Sehat, Jiwa Kuat

Tidak hanya urusan hati, kesehatan fisik juga menjadi sorotan. Usai menyelami emosi, anak-anak diajak berdiri dan berinteraksi dalam sesi PHBS yang berfokus pada kebiasaan mencuci tangan. Mahasiswa menjelaskan dengan bahasa yang ringan bahwa tangan yang sering dipakai bermain bisa menjadi sarang kuman tak terlihat.

Sesi ini menjadi sangat hidup saat anak-anak diajak mempraktikkan langsung tujuh langkah cuci tangan yang benar. Sambil menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, hingga kuku di bawah air mengalir, mereka bernyanyi bersama dengan penuh semangat. Beberapa siswa bahkan dengan berani maju ke depan kelas untuk memimpin teman-temannya memperagakan gerakan cuci tangan tersebut.

Aksi kreatif para mahasiswa ini mendapat apresiasi hangat dari pihak sekolah. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan metode pembelajaran segar yang langsung menyentuh kebiasaan sehari-hari siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 51. Anak-anak tidak hanya diajak belajar mengenai emosi, tetapi juga diajarkan bagaimana menjaga kebersihan diri melalui praktik cuci tangan. Penyampaian materinya juga dibuat menyenangkan sehingga anak-anak terlihat lebih aktif dan mudah mengikuti kegiatan,” ungkap Kepala SDN 7 Kuta Makmur, Syahrizal.

Bekal Sederhana untuk Masa Depan

[KECERIAN DI KELAS: Mahasiswa KKN Unimal Kelompok 51 berfoto bersama para siswa dan guru SDN 7 Kuta Makmur usai sesi edukasi hidup bersih dan sehat (PHBS). Tampak anak-anak dengan ceria memamerkan produk kebersihan yang dibagikan sebagai bagian dari praktik langsung menjaga kesehatan sejak dini. Foto: Dok. KKN Unimal Kelompok 51]

Bagi Kelompok 51, momen kebersamaan di SDN 7 Kuta Makmur ini bukan sekadar pemenuhan program kerja KKN, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap tumbuh kembang generasi emas di Kuta Makmur.

Ketua KKN Unimal Kelompok 51, Abdillah Ali Simanjuntak, menyampaikan bahwa keseimbangan antara kesehatan fisik dan emosional adalah fondasi penting bagi karakter anak.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi adik-adik siswa, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari. Mengenali emosi dan menjaga kebersihan merupakan dua hal sederhana yang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini. Kami bersyukur kegiatan ini mendapat respons yang sangat baik dari pihak sekolah maupun para siswa,” kata Abdillah.

Senada dengan itu, Aminatul Munawwarah Siregar selaku pemateri lainnya menambahkan bahwa dunia anak adalah dunia bermain dan mengalami langsung.

“Anak-anak memiliki cara belajar yang berbeda dengan orang dewasa. Karena itu, kami mencoba menggunakan warna, gambar, permainan, lagu, dan praktik langsung agar mereka tidak hanya mendengar materi, tetapi juga ikut mengalami proses belajarnya. Harapannya, apa yang mereka pelajari hari ini dapat terus mereka ingat dan terapkan,” tutur Aminatul.

Melalui kolaborasi hangat ini, mahasiswa KKN Unimal Kelompok 51 berhasil meninggalkan pesan mendalam di hati para siswa: bahwa tumbuh menjadi anak yang hebat tidak hanya tentang menjaga tubuh tetap bersih, tetapi juga tentang berani jujur pada perasaan sendiri dan menghargai sesama. Bekal sederhana inilah yang diharapkan terus tertanam, baik saat mereka berada di sekolah maupun ketika kembali ke rumah.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy