Mahasiswa KKN Unimal Dorong Digitalisasi UMKM Atap Daun Palem Krueng Seupeng

Mahasiwa KKN Unimal Krueng Seupeng
Mahasiswa KKN Kelompok 53 Unimal membantu mendaftarkan titik lokasi usaha Bawi di Krueng Seupeng, Kuta Makmur, Aceh Utara ke aplikasi navigasi Google Maps. Foto: Dok. KKN Kelompok 53

Aceh Utara, Line1News – Di bawah keteduhan pohon halaman rumah, tangan terampil Bawi (42) dengan cekatan menyusun lembar demi lembar daun palem. Perempuan tangguh asal Desa Krueng Seupeng, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara ini adalah satu dari sedikit warga yang bertahan menghidupkan tradisi pembuatan atap daun palem manual—sebuah kerajinan lokal yang menjadi urat nadi ekonomi keluarganya.

Melihat potensi besar yang tersembunyi di balik dinding-dinding bambu desa, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 53 Universitas Malikussaleh (Unimal) tidak tinggal diam. Mereka turun langsung mengulurkan tangan, membawa napas digitalisasi untuk mendorong pemasaran produk kerajinan tradisional tersebut ke pasar yang lebih luas.

Langkah konkret pun diambil. Para mahasiswa berinisiatif memoles strategi pemasaran usaha rumahan milik Bawi. Mereka mengemas proses pembuatan atap yang estetik dan sarat kearifan lokal menjadi konten video kreatif, lalu membagikannya melalui platform Instagram dan TikTok resmi KKN Kelompok 53 pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Ketua KKN Kelompok 53, Wanda Dedek Andrean, mengatakan kegiatan tersebut salah satu upaya mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM di Desa Krueng Seupeng memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi.

“Kami melihat usaha atap daun palem milik Ibu Bawi memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan. Karena itu, kami berinisiatif membantu memperkenalkan produk ini melalui media sosial agar jangkauan promosinya lebih luas dan masyarakat di luar desa juga dapat mengetahui keberadaan produk tersebut,” ujar Wanda, dalam keterangan tertulis.

Buka Akses Lewat Google Maps

Tidak hanya sekadar membuat konten visual, para mahasiswa juga menyadari pentingnya aksesibilitas fisik di dunia digital. Mereka membantu mendaftarkan titik lokasi usaha Bawi ke aplikasi navigasi Google Maps. Langkah sederhana namun strategis ini memastikan calon pembeli dari luar daerah dapat dengan mudah menemukan lokasi produksi tanpa tersesat.

Kehadiran anak-anak muda ini membawa secercah harapan baru bagi Bawi, yang selama bertahun-tahun hanya mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut.

“Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu mempromosikan usaha kami melalui media sosial dan mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps. Sebelumnya, usaha ini lebih banyak dikenal oleh masyarakat sekitar,” ungkap Bawi, seperti dikutip mahasiswa KKN Kelompok 53.

Bagi Bawi, transformasi ke ranah digital ini memberikan pengalaman baru sekaligus memantik optimisme bahwa produk ramah lingkungan buatannya bisa bersaing di era modern.

Kolaborasi Penguat Ekonomi Desa

Program kerja ini menjadi bukti nyata kontribusi akademis mahasiswa Kelompok 53 Unimal dalam memperkuat pilar ekonomi masyarakat pascapandemi dan di tengah gempuran bahan bangunan modern. Pemanfaatan teknologi tepat guna terbukti mampu menjembatani keterbatasan akses pelaku usaha di pelosok desa.

Melalui kolaborasi hangat ini, mahasiswa KKN Kelompok 53 Unimal berharap UMKM atap daun palem milik Ibu Bawi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi ikon kerajinan lokal yang mandiri dan berdaya saing tinggi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy