Bencana Nasional

Komentar Mendagri Soal Aceh Minta Bantuan Lembaga PBB

BM Lne1 FauzanMY
Warga menyeberangi sungai di jembatan putus jalur KKA-Bener Meriah untuk mencari suplai sembako, Minggu, 14 Desember 2025. Foto: Line1.News/Fauzan MY

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku belum tahu bentuk bantuan yang diminta Pemerintah Aceh kepada lembaga PBB.

“Nanti kita pelajari. Saya belum tahu bentuk bantuannya seperti apa,” ujar Tito di Kompleks Istana, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025, dilansir Kompas.com.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA mengatakan pihaknya telah menyurati dua lembaga resmi PBB, UNDP dan UNICEF, agar membantu penanganan pascabanjir dan longsor.

MTA menyebutkan situasi di Aceh sudah menunjukkan kompleksitas persoalan yang membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat maupun komunitas internasional.

“Secara khusus, Pemerintah Aceh resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 14 Desember 2025.

Di sisi lain, kata sia, saat ini tercatat sekitar 77 lembaga dengan mengikutsertakan 1.960 relawannya sudah berada di Aceh. Mereka merupakan lembaga atau NGO lokal, nasional, dan internasional.

“Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini,” ujarnya.

Kehadiran lembaga dan relawan tersebut diharapkan dapat terus memperkuat kerja-kerja kedaruratan dan pemulihan bencana yang sedang berlangsung.

“Atas nama masyarakat Aceh dan korban, Gubernur sangat berterima kasih atas niat baik dan kontribusi yang sedang mereka berikan demi pemulihan Aceh ini.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy