Jakarta – Sekelompok orang yang menamakan diri Angkatan Muda NU melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 7 Januari 2026.
Laporan tersebut berkaitan dengan materi stand-up comedy Pandji dalam pertunjukan ‘Mens Rea’ yang menyinggung pemberian konsesi tambang oleh pemerintah kepada NU. Pelapor menilai pernyataan Pandji yang menyebut konsesi tersebut sebagai “imbalan” dari pemerintah telah merugikan NU.
“Menurut kami, beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa,” ujar Rizki yang juga bertindak sebagai pelapor dilansir Kompas TV, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia mengaku merasa dirugikan sebagai aktivis muda NU atas pernyataan Pandji yang menyebut NU terlibat politik praktis dan memperoleh imbalan dalam bentuk tambang.
“Saya sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama merasa dirugikan atas statemen beliau yang menyampaikan bahwa NU terlibat dalam politik praktis dan kemudian mendapatkan imbalan berupa tambang.”
Namun, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Gus Ulil Abshar Abdalla menegaskan tidak ada lembaga, badan otonom NU, maupun perkumpulan NU yang bernama Angkatan Muda NU.
“Kalau representasi PBNU jelas tidak. Tetapi sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” ujarnya dilansir NU Online.
Ia menambahkan, sejumlah gerakan yang muncul atas nama NU kerap bersifat spontan dan temporer. Bahkan, sebagian hanya bertahan dalam hitungan jam.
“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya ndak ada lagi. Itulah uniknya NU,” ujar Ulil.
Dia juga menyoroti pentingnya ruang humor di tengah kehidupan masyarakat. Ia menyayangkan apabila seorang komedian yang bertugas menghibur publik justru harus berhadapan dengan proses hukum.
“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji.”
Show Mens Rea digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu, 30 Desember 2025. Pertunjukan yang ditonton sekitar 10 ribu orang itu kemudian dirilis tanpa sensor pada platform Netflix.
Materi stand up comedy Pandji dalam Mens Rea secara garis besar mengulas isu politik dan sosial kekinian dengan gaya kritis, jenaka, dan mengajak audiens bermain dengan logika.
Dalam salah satu materi, ia menyenggol NU dan Muhammadiyah yang menerima konsesi tambang dari pemerintah sebagai bentuk politik balas budi.
“Ada yang ngerti politik balas budi? Gue kasih lu sesuatu, tapi lu kasih gue sesuatu lagi. Emang lu kenapa NU sama Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira? Karena diminta suaranya, gue kasih sesuatu yang lu suka, happy lah. Ormas agama ngurus tambang, happy lah,” seloroh Pandji.
“Dan sebenarnya nggak cuman ormas Islam saja, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak. Ormas Islam, alhamdulillah rezeki anak sholeh, masa ditolak, hah, ini pasti karena aku rajin shalat, rezeki anak sholeh nih. Diambil guys. Gue denger-denger HKBP nolak. HKBP bilang, mohon maaf ini ngurus lapor ribet banget apalagi ngurus tambang, capek gue,” lanjut Pandji yang terhitung sejak 2022 memilih pindah ke New York, AS.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan mereka tetap memproses laporan terhadap Pandji.
“Benar bahwa 8 Januari ada laporan dari masyarakat atas nama (inisial) RARW,” ujar Budi dilansir CNN Indonesia, Jumat, 9 Januari 2026.
“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti, agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi. Beri ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy