Banda Aceh, Line1News.com – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Jeddah, Asrama Haji Embarkasi Aceh, saat Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, melepas keberangkatan 393 jemaah haji kloter BTJ-01, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam sambutannya yang menyentuh, Mualem menitipkan pesan mendalam agar para jemaah benar-benar menjaga kemurnian niat. Ia meminta seluruh tamu Allah untuk membersihkan hati dari segala penyakit batin agar perjalanan spiritual di Tanah Suci berjalan mulus.
“Orang di sana (Arab Saudi) ramai, bukan orang Aceh saja. Maka hilangkan iri dengki kita. Mudah-mudahan mendapatkan haji yang mabrur,” kata Mualem di hadapan ratusan jemaah.
Dengan gaya bicaranya yang khas dan akrab, Mualem juga memberikan imbauan praktis terkait keamanan. Ia mengingatkan jemaah—terutama kaum ibu—untuk tidak membawa barang berharga yang mencolok.
“Keamanan harus diperhatikan, kadang ada barang-barang suruh simpan sama saudara. Jangan bawa emas banyak kali,” imbuh Mualem disambut senyum para jemaah.
Mualem juga mengingatkan petugas haji untuk selalu mendampingi para jemaah selama di Tanah Suci. Dia meminta petugas menjaga amanah yang telah diberikan sebagai pelayan tamu Allah. “Sampai di sana jemaah jangan bingung-bingung, bapak-ibu ke sana fokus ibadah,” ucapnya.
Mualem berharap seluruh jemaah bisa kembali ke Tanah Rencong dengan selamat dan mendapatkan derajat haji yang mabrur. “Semoga Allah terima ibadah kita dan bapak-ibu menjadi bayi yang baru lahir lagi [tanpa dosa],” ungkapnya.
Kondisi Jemaah dan Keberangkatan
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, memastikan seluruh jemaah kloter pertama dalam kondisi bugar dan siap diberangkatkan menuju Madinah menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada pukul 01.05 WIB dini hari melalui Bandara Sultan Iskandar Muda.
Menariknya, kloter pertama ini mencatat keberagaman usia yang kontras. Ada Maisya Alkhansa binti Muhammad Dil Mukammil (19 tahun) dari Banda Aceh sebagai jemaah termuda, hingga Tihawa binti Muhammad Amin (88 tahun) dari Aceh Besar sebagai jemaah tertua.
Mengingat cuaca di Arab Saudi yang diprediksi cukup panas, Arijal mewanti-wanti jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan dan tidak sungkan melapor kepada petugas jika merasa kurang sehat.
“Dari awal kami sampaikan jemaah kita harus utamakan kesehatan, karena memang pada tahun ini cuacanya juga masih panas. Ditambah lagi dengan ketatnya pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi,” ujar Arijal.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy