Mualem Minta Stok Daging Tersedia Memasuki Bulan Maulid, Beras Surplus

Mualem pimpin rapat TPID
Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat memimpin rapat TPID di Meuligoe Gubernur Aceh. Foto: Humas Pemerintah Aceh

Banda Aceh – Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengingatkan seluruh jajaran untuk mengantisipasi inflasi di bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Gubernur Aceh itu meminta ketersediaan daging untuk mengantisipasi harga. Menurut Mualem, perayaan maulid di Aceh biasanya berlangsung lama.

“Saat ini kita akan memasuki bulan maulid. Dan, bulan maulid cenderung panjang di Aceh, hingga 4 bulan ke depan. Karena itu, pastikan ketersediaan daging untuk menghindari lonjakan harga daging, karena kita ketahui bersama, harga daging di Aceh sangat tinggi,” ujar Mualem saat memimpin High Level Meeting Pengendalian Inflasi Aceh, di ruang rapat Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa malam, 2 September 2025, dikutip dari keterangan tertulis pda Rabu (3/9).

Mualem memerintahkan dinas terkait agar memastikan stok daging, baik sapi lokal maupun daging beku impor. Sehingga perayaan maulid di Aceh tidak terganggu.

“Kita tentu ingin masyarakat kita menyambut dan merayakan Maulid Nabi Muhammad dengan meriah dengan harga daging yang terjangkau, dan tentu saja akan ketersediaan daging dengan harga terjangkau akan turut menekan inflasi, khususnya di 4 bulan ini,” katanya.

Mualem meyakini dengan garis pantai yang panjang dan laut yang luas, ketersediaan ikan di Aceh tidak akan mengkhawatirkan. Namun, dia justru mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan solar subsidi untuk nelayan.

“Karena itu, kita akan segera berkoordinasi dengan Pertamina. Ini harus menjadi perhatian serius kita, agar nelayan tenang saat melaut karena BBM Subsidi yang selalu tersedia saat mereka hendak melaut,” ujar dia.

Selain itu, bekas Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu juga memastikan bahwa ketersediaan beras di Tanah Rencong juga cukup baik.

“Tidak perlu ragu, karena kita surplus, bahkan kita turut memasok ke luar hingga 4 ribu ton,” ungkap Mualem.

Meski surplus, Mualem mengingatkan TPID dan dinas terkait untuk terus berupaya memudahkan petani. Salah satunya dengan mendata dan memperbaiki waduk dan embung untuk meminimalisir sawah tadah hujan agar para petani Aceh bisa bekerja lebih efektif dan produktif.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy