Banda Aceh – Pengamat Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK), Profesor Rustam Effendi, mengingatkan pemerintah agar realisasi APBA 2026 harus disesusaikan dengan kondisi kebencanaan yang sedang dihadapi Aceh.
“Kita ini sedang menghadapi masalah dan bencana. Jadi, realisasi anggaran itu harus benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” kata Rustam Effendi, Rabu, 4 Februari 2026.
Rustam mengatakan realisasi anggaran harus berdampak serta menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dia berharap APBA hasil evaluasi Kemendagri bisa ditinjaklanjuti secara utuh oleh Pemerintah Aceh.
“Pos-pos yang tidak penting sebaiknya ditunda dulu. Intinya utamakan kebutuhan riil di lapangan, khususnya bagi masyarakat dan wilayah yang terdampak bencana,” ujar Rustam.
Baca juga: Pemerintah Aceh Sebut APBA 2026 Disesuaikan dengan Kondisi Kebencanaan
Akademisi USK ini menilai banyak sektor yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Di antaranya, sektor pendidikan, ekonomi, UMKM hingga kesehatan.
Menurut Rustam, masih banyak siswa yang belum bisa sekolah lantaran tidak ada sarana dan prasarana seperti buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya.
“Di sektor ekonomi, ada pelaku UMKM yang kios atau kedainya sudah tidak ada lagi, bahkan pasarnya pun hilang. Itu semua harus diprioritaskan dulu,” katanya.
Rustam juga mengingatkan pemerintah soal ancaman inflasi, apalagi menjelang bulan suci Ramadan yang saban tahun mengalami kenaikan harga barang dan jasa.
“Masyarakat belum punya uang, kalau harga-harga naik lagi, itu bisa memicu masalah serius, bahkan konflik sosial,” jelasnya.
Rustam berharap APBA 2026 hasil evaluasi Kemendagri harus dipastikan terealisasi pada pekan kedua Februari benar-benar difokuskan untuk wilayah bencana.
“Jadi, intinya, uang harus didistribusikan dulu ke masyarakat. Rasionalisasi belanja itu harus benar-benar menjawab kebutuhan lapangan. Yang tidak penting, geser dulu,” pungkas Rustam.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy