Bantul, Line1News – Persiraja Banda Aceh sukses melanjutkan tren positif mereka sekaligus membenamkan Persiku Kudus dalam lanjutan babak penyisihan Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Bertanding di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta pada Jumat sore, 30 Oktober 2026, Laskar Rencong pulang dengan poin penuh setelah menyudahi perlawanan Macan Muria dengan skor meyakinkan 1-3.
Laga berjalan intens sejak menit awal, diwarnai aksi saling balas gol di awal babak kedua, hingga puncaknya terjadi drama Video Assistant Referee (VAR) yang berujung kartu merah di masa injury time.
Babak Pertama: Eksploitasi Sayap dan Magis Chavez
Persiraja langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Mengandalkan kecepatan di sektor sayap, armada Laskar Rencong berulang kali merepotkan lini pertahanan Persiku yang mengusung formasi tiga bek.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-20. Berawal dari pergerakan cerdik Ilham Udin di sisi kiri, ia melepaskan umpan silang akurat ke jantung pertahanan lawan. Andonias Martin Chavez yang berdiri bebas dengan dingin menyambar bola lewat sepakan terukur yang gagal dihalau kiper Persiku, Muhammad Ridwan. Skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Tersengat oleh gol tersebut, Persiku mencoba merespons. Menit ke-27, Macan Muria sempat menembus kotak penalti lawan, namun rapatnya barisan pertahanan Persiraja membuat peluang tersebut mentah. Begitu pula dengan skema sepak pojok di menit ke-32 yang masih bisa dihalau dengan mudah. Hingga turun minum, skor 0-1 tetap bertahan.
Babak Kedua: Instan Balasan, Brace Pitian, dan Petaka VAR
Paruh kedua berjalan dengan intensitas yang jauh lebih tinggi. Hanya dua menit pasca-jeda (47′), Stadion Sultan Agung bergemuruh lewat aksi jenius Vitor Barata. Melalui eksekusi tendangan bebas nan mematikan, bola sepakannya membentur tiang gawang bagian dalam sebelum akhirnya mengoyak jala I Gede Aditya. Skor imbang 1-1.
Namun, euforia anak asuh Agus Yuwono hanya berumur jagung. Dua menit berselang (49′), Persiraja langsung merestorasi keunggulan. Memanfaatkan kemelut di depan gawang akibat koordinasi lini belakang Persiku yang rapuh, Pitian Husni mencuri bola untuk mengubah skor menjadi 1-2.
Persiku mencoba bangkit. Menit ke-57, Ivan Veras melepaskan tembakan keras on target, tetapi I Gede Aditya melakukan penyelamatan heroik di bawah mistar Persiraja.
Pitian Husni benar-benar menjadi momok menakutkan bagi lini belakang Macan Muria sore itu. Setelah sempat golnya dianulir karena offside pada menit ke-61, striker tajam ini akhirnya mencetak brace pada menit ke-69. Kembali memanfaatkan situasi scrimmage di dalam kotak penalti, Pitian melepaskan tembakan yang mengubah papan skor menjadi 1-3.
Di sisa waktu, Persiku mencoba segala cara. Muhamad Isa hampir mencetak gol spektakuler dari tengah lapangan memanfaatkan posisi kiper lawan yang terlalu maju pada menit ke-78, namun bola masih melenceng tipis. Pitian Husni pun nyaris mengemas hattrick pada menit ke-85 setelah berhasil mengecoh M. Ridwan, sayang eksekusinya melebar dari gawang yang sudah kosong.
Drama Menit Akhir
Saat laga memasuki menit-menit akhir, tensi pertandingan memuncak. Pemain pengganti Persiku Kudus, Zahran Rizki Alamsah, melakukan tindakan tidak terpuji dengan menendang pemain Persiraja dalam situasi perebutan bola. Wasit yang awalnya tidak melihat jelas insiden tersebut langsung meninjau monitor VAR. Setelah analisis visual, wasit tanpa ragu mencabut kartu merah langsung untuk Zahran.
Hingga peluit panjang ditiup, skor 1-3 untuk kemenangan Persiraja Banda Aceh tetap tidak berubah.
Ancaman Degradasi Nyata Bagi Macan Muria
Kekalahan ini semakin memperpanjang nestapa Persiku Kudus di dasar klasemen Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Hingga pekan kedelapan, Macan Muria baru mengemas satu hasil imbang dan menelan tujuh kekalahan, yang membuat mereka terpuruk dengan minus satu poin akibat sanksi/regulasi kompetisi.
Sebaliknya, tambahan tiga poin krusial ini membuat Persiraja Banda Aceh melesat menjauh dari kejaran papan bawah dengan total koleksi 9 poin, sekaligus memperlebar jarak menjadi 10 angka dari sang juru kunci. Dengan sisa 10 pertandingan di musim ini, Persiku harus segera berbenah total jika tidak ingin terjun bebas ke jurang degradasi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy