Kota Jantho, Line1News — Kafilah Kecamatan Peukan Bada sukses mengukuhkan diri sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026. Dominasi ini sekaligus mengakhiri status juara bertahan Kecamatan Darul Imarah yang sebelumnya memenangi MTQ ke-34.
Berdasarkan keputusan Dewan Hakim yang diumumkan pada malam penutupan di arena utama, Lapangan Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, Jumat malam, 30 Oktober 2026, Peukan Bada kokoh di peringkat pertama setelah meraup nilai tertinggi sebesar 205.
Koordinator Dewan Hakim, Farhan AP, merincikan posisi sepuluh besar klasemen akhir perolehan nilai:
1. Peukan Bada: 205 poin
2. Darul Imarah: 137 poin
3. Kuta Baro: 124 poin
4. Blang Bintang: 98 poin
5. Ingin Jaya: 88 poin
6. Darussalam: 83 poin
7. Montasik: 81 poin
8. Baitussalam: 78 poin
9. Indrapuri: 70 poin
10. Simpang Tiga: 49 poin
Wakil Bupati Aceh Besar, H. Syukri A. Jalil, saat menutup perhelatan akbar tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat, panitia, tuan rumah Kuta Baro, aparat keamanan, hingga para dewan hakim yang telah menyukseskan gelaran ini.
“Keberhasilan pelaksanaan MTQ ke-35 ini merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong semua pihak. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan serta kerja keras seluruh pihak sehingga kegiatan ini berlangsung lancar dan sukses,” ujar Syukri, dikutip pada Sabtu (31/10/2026).
Ia juga mengucapkan selamat kepada kafilah Peukan Bada atas raihan prestasi tertingginya dan berharap capaian tersebut menjadi motivasi menyongsong MTQ tingkat Provinsi Aceh mendatang.
“Bagi peserta yang meraih juara, jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati dan teruslah berlatih. Sebab, esensi MTQ bukan hanya tentang meraih juara, tetapi bagaimana kita mampu membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Syukri turut mengajak masyarakat menjadikan momentum MTQ untuk memperkuat syiar Islam di gampong hingga masjid.
“Jangan biarkan semangat syiar Al-Qur’an berhenti sampai di sini. Mari kita bawa semangat MTQ ke tengah kehidupan masyarakat untuk mewujudkan Aceh Besar yang Qur’ani, berakhlak mulia, sejahtera, dan penuh berkah,” pungkasnya.
Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, Forkopimda, para kepala OPD, Ketua TP-PKK Hj. Rita Mayasari, Ketua BKMT Hj. Nurul Fazli, para camat, serta ribuan warga.
Camat Peukan Bada, Salamuddin ZM, tak kuasa menyembunyikan rasa syukur dan bangganya atas perjuangan keras seluruh anggota kafilahnya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih kafilah Kecamatan Peukan Bada. Ini merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan semua pihak, terutama para peserta yang telah berjuang menampilkan kemampuan terbaiknya,” ujar Salamuddin.
Ia pun menaruh harapan besar agar gelar prestisius ini memacu pembinaan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an secara jangka panjang di wilayahnya.
“Jangan sampai keberhasilan ini hanya menjadi kebanggaan sesaat. Kami berharap prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus membina generasi qurani agar ke depan semakin banyak putra-putri Peukan Bada yang mampu berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” ucapnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy