Mendobrak Stereotip

Black Muslim Awards 2026 Rayakan Kisah Sukses Komunitas yang Kerap Terabaikan

Alim Kamara dan Muneera Pilgrim tersenyum bersama saat menjadi host dalam acara penghargaan Black Muslim Awards 2026 di London.
Kolaborasi hangat Alim Kamara bersama Muneera Pilgrim saat memandu jalannya malam penganugerahan Black Muslim Awards 2026 di Saffron Gallery, Stratford, London. Foto: Dok. Black History Month

Ajang penghargaan di London ini menjadi panggung apresiasi bagi para tokoh Muslim kulit hitam yang membawa perubahan nyata di Inggris.

London – Black Muslim Awards 2026 digelar dengan megah di Saffron Gallery, Stratford, London, Inggris. Seremoni ini membawa narasi yang sangat berbeda di tengah lanskap budaya dan politik saat ini. Ketika wacana publik kerap menyudutkan komunitas Muslim kulit hitam dalam isu ketimpangan atau perdebatan politik, ajang ini justru menyoroti prestasi, kreativitas, kepemimpinan, dan pengabdian nyata mereka yang selama ini bekerja dalam senyap.

Dikutip Line1News dari laman Black History Month UK, Sabtu, 31 Oktober 2026, penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi kedelapan yang diinisiasi oleh African and African Caribbean Muslim Association (AACMA). Acara ini berlangsung sukses dan dihadiri lebih dari 450 tamu dari berbagai latar belakang budaya, usia, ras, dan agama.

Direktur AACMA, Marian Abdullah, mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi para agen perubahan ini. “Setiap tahun, kami merasa terhormat dapat menyoroti individu dan organisasi yang karyanya mengangkat komunitas, menginspirasi orang lain, dan menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Penghargaan Tertinggi Malcolm X

Puncak penghargaan malam itu ditandai dengan penyerahan Malik El-Shabazz Award—nama yang diadopsi oleh tokoh ikonik Malcolm X usai berhaji pada tahun 1964. Penghargaan paling bergengsi ini jatuh kepada Romain Muhammad, seorang spesialis inklusi, pelatih kepemimpinan, dan penerima beasiswa Aziz Foundation. Melalui lembaga konsultasinya, Room to Lead™, Romain dinilai sukses membantu organisasi membangun lingkungan kerja yang inklusif dan memberdayakan.

Saat menerima piala di atas panggung, Romain menyampaikan pidato emosionalnya. “Diakui dan dihormati dengan penghargaan yang menyandang nama tokoh besar seperti itu bukanlah hal kecil bagi saya,” ungkapnya.

Apresiasi Lintas Sektor: Dari Lingkungan hingga Kesehatan

Dampak nyata dari pergerakan komunitas ini terlihat dari beragamnya latar belakang para penerima piala, antara lain:

• Dr. Saeed Oluwadipe (Special Recognition Award): Pakar keberlanjutan yang telah mendedikasikan lebih dari 15 tahun energinya untuk pengelolaan lingkungan dan daur ulang sampah. Ia berperan besar membantu masjid dan lembaga amal Muslim di Inggris menjadi pelopor pelestarian alam.

• Dr. Ayo Khalil Moiett (Peace Advocate Award): Seorang dokter National Health Service (NHS) sekaligus aktivis perdamaian yang menjembatani pelayanan medis dengan kepemimpinan akar rumput.

• Hands of Imaani (Business Entrepreneur Award): Brand fesyen lokal bernuansa islami yang sukses memadukan profit komersial dengan aksi sosial, termasuk mendanai dapur umum di Croydon.

• Let’s Make Noise (Charity and Non-Profit Award): Yayasan yang mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus serta menyokong para ibu tunggal yang menghadapi krisis tempat tinggal.

• An Noor Cultural & Community Centre / ACCC Trust (Community Impact Award): Penghargaan yang diterima langsung oleh sang direktur, Kalim Reid, ini diberikan atas kontribusi besar lembaga dalam merajut kerukunan masyarakat, menghidupkan kegiatan budaya, serta memberikan dukungan penuh di tingkat akar rumput. Penghargaan ini sekaligus menegaskan peran krusial ACCC Trust yang terus berkembang sebagai pusat kegiatan warga lokal dan inisiatif berbasis komunitas.

Seni, Literasi, dan Inspirasi Olahraga

Sesi paling mengharukan terjadi saat Kinsi Abdulleh, pendiri Numbi Arts, naik ke panggung untuk menerima Lifetime Achievement Award. Selama tiga dekade, Kinsi konsisten menggunakan instrumen seni untuk membuka ruang bagi suara-suara kulit hitam di lembaga budaya arus utama.

Di bidang olahraga, kisah luar biasa datang dari Taqia Adelabu (Sports Advocate Award). Ibu dari lima anak ini baru mulai berlari pada tahun 2023, namun kini telah menyelesaikan London Marathon tahunan dan ultramaraton 100 kilometer. Taqia aktif menjadi pelatih lari serta pemandu rute di Cycle Sisters, organisasi bersepeda khusus Muslimah.

Beberapa nama lain yang turut bersinar adalah Canab Cuud (Performing Artist Award) atas konsistensinya melestarikan puisi lisan tradisional Somalia Buraanbur, Zainab Hassan (Social Media Content Creator Award) lewat platform The Documented Life, serta Inspyre (People’s Choice Award) yang fokus pada literasi pemuda.

Acara malam itu dipandu apik oleh seniman spoken-word Muneera Pilgrim dan pencerita dinamis Alim Kamara. Sorotan penuh makna juga disampaikan lewat pidato utama Profesor Mashood Baderin yang menekankan pentingnya persatuan dan rasa memiliki komunitas.

Dengan dukungan dari sponsor utama seperti Aziz Foundation hingga British Muslim Trust, ajang ini sukses membuktikan bahwa kontribusi Muslim kulit hitam adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan sosial masyarakat Inggris.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy