Aceh Timur, Line1News – Wajah pembangunan fisik di Kabupaten Aceh Timur untuk tahun anggaran 2026 ini minim proses tender. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat lebih memilih jalur lewat metode e-Purchasing (katalog elektronik) untuk mengeksekusi mayoritas paket pekerjaan konstruksi.
Fasilitas publik vital seperti jalan dan jembatan, sebagian besar digarap tanpa skema lelang terbuka.
Berdasarkan pantauan Line1News pada laman SPSE Inaproc Kabupaten Aceh Timur hingga Senin, 31 Agustus 2026, proyek fisik yang ditender bisa dihitung dengan jari. Sejauh ini baru ada 6 paket pekerjaan konstruksi yang telah ditenderkan.
Empat di antaranya merupakan proyek dengan nilai pagu di atas Rp1 miliar yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga, yaitu:
1. Pembangunan Puskesmas Peudawa (Rusak Berat) di bawah Dinas Kesehatan dengan pagu Rp8.871.904.000.
2. Penataan Lapangan Peureulak di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan pagu Rp4.039.216.000.
3. Pembangunan Gedung Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di UPTD RSUD dr. Zubir Mahmud dengan pagu Rp1.350.981.500.
4. Pembangunan Gedung Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di UPTD RSUD dr. Zubir Mahmud dengan pagu Rp1.334.878.500.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Timur terpantau sangat minim menggunakan jalur tender. Data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP menunjukkan hanya ada 4 paket proyek fisik PUPR yang direncanakan lewat skema tender, dan hingga kini belum tayang di aplikasi SPSE (belum ditender), yaitu:
1. Pembangunan Kantor Camat Serbajadi (Pagu Rp1.860.000.000)
2. Pembangunan saluran Alue Bue Tuha – Alue Bu jalan Baroeh Kec. Peureulak Barat (Pagu Rp934.579.000)
3. Pembangunan saluran Gp. Alue Bu jalan Baroeh Kec. Peureulak Barat (Pagu Rp934.579.000)
4. Rehabilitasi Saluran Alue Bu Tuha Kec. Peureulak Barat (Pagu Rp651.000.000)
Andalkan Jalur E-Purchasing untuk Infrastruktur Utama
Kontras dengan skema tender yang sepi, Dinas PUPR justru mengalihkan urat nadi pembangunan infrastruktur melalui metode e-Purchasing. Total ada 68 paket proyek fisik yang dieksekusi lewat sistem ini.
Dari puluhan paket tersebut, terdapat 24 proyek bernilai jumbo mulai dari Rp1 miliar hingga Rp9,8 miliar. Lima proyek infrastruktur jalan dan jembatan dengan pagu di atas Rp3 miliar meliputi:
1. Pengaspalan Jalan Gp. Bukit Pala – Gp. Pertamina – Gp. Seumali Kecamatan Rantau Peureulak (Pagu Rp9.800.000.000)
2. Pembangunan Jembatan Srimulya Kecamatan Peunaron (Pagu Rp7.843.138.000)
3. Lanjutan Pengaspalan Jalan Kuta Binjei – Alue Ie Mirah Kecamatan Indra Makmu (Pagu Rp7.326.437.000)
4. Pengaspalan Jalan Sungai Raya – Gajah Mentah Kecamatan Sungai Raya (Pagu Rp4.800.000.000)
5. Pembangunan Jembatan Naleung Kecamatan Julok (Pagu Rp3.271.028.000)
Di sisi lain, belanja penunjang birokrasi juga mencatat anggaran yang tidak sedikit. Sekretariat Daerah (Setda) Aceh Timur mengalokasikan 1 paket tender pengadaan barang berupa Biaya Pengadaan Mebel Kantor Baru Bupati Aceh Timur dengan pagu mencapai Rp1.100.000.000, yang saat ini juga belum tayang di SPSE.[]
Baca Juga: KPK Soroti ‘Red Flag’ Proyek Pemerintah Aceh: Minim Tender, Didominasi Penunjukan Langsung
> Anggarannya Jumbo! Ini Daftar 25 Proyek Fisik Pemerintah Aceh Senilai Rp1 M hingga Rp20 M
> Ini 16 Proyek Fisik Pemkab Aceh Utara Tahun 2026 Senilai Rp1,4 M hingga Rp6,3 M Sudah Ditender


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy