Banda Aceh, Line1News – Usia boleh saja melewati satu abad, namun semangat Ramlah Sali binti Sali untuk menjemput impian ke Tanah Suci tak sedikit pun luntur. Di usianya yang menginjak 101 tahun, warga Gampong Blang, Kecamatan Darussalam, Kota Langsa ini menjadi jemaah haji tertua dari Embarkasi Banda Aceh musim haji 1447 H/2026 M.
Tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTJ-04, Ramlah tampak tenang mengikuti rangkaian proses di asrama haji. Tidak ada gurat lelah yang berlebihan, justru ketenangan terpancar dari wajah rentanya yang teduh.
Kemandirian di Usia Senja
Banyak yang penasaran, bagaimana seorang nenek berusia satu abad lebih masih sanggup menempuh perjalanan fisik yang berat seperti haji. Ternyata, kunci kekuatan Ramlah ada pada kesehariannya yang tetap aktif.
Di rumahnya, Ramlah bukanlah sosok yang hanya berdiam diri. Ia masih terbiasa memegang sapu untuk membersihkan rumah dan meracik bumbu di dapur. “Kegiatan saya, ya, masak, nyapu, aktivitas rumahan biasa. Kalau pagi anak saya kerja, saya sendiri di rumah,” ceritanya dengan bahasa yang bersahaja.
Saat ditanya mengenai resep panjang umur dan tubuh yang tetap bugar, Ramlah hanya tertawa kecil. “Kalau orang tanya nenek makan apa bisa sehat gini? Ya, mau makan apa, makan nasi saya bilang. Sisanya ibadah, salat, dan zikir,” ungkapnya.
Penantian dan Bakti Sang Putra
Perjalanan Ramlah menuju Baitullah adalah buah dari kesabaran dan bakti putra tunggalnya, Mahmud (65). Meski baru didaftarkan secara resmi pada 2021 dan langsung dilunasi, sejatinya niat untuk menghajikan sang ibu sudah tertanam lama.
Ada kisah haru di balik keberangkatan mereka. Mahmud sebenarnya mendapatkan jatah berangkat tahun lalu bersama istrinya. Namun, karena nama sang ibu belum masuk daftar panggil, Mahmud memilih untuk menunda keberangkatannya sendiri.
“Karena Mamak tidak masuk daftar tahun lalu, makanya saya tunda. Alhamdulillah, tahun ini bisa berangkat bareng Mamak biar ada yang menjaga langsung,” ujar Mahmud yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini.
Kini, doa-doa yang biasanya dilantunkan Ramlah di sela rutinitas menyapu dan memasak di rumahnya di Langsa, akan segera ia bisikkan langsung di hadapan Ka’bah. Bersama sang anak yang setia di sampingnya, Ramlah membuktikan bahwa panggilan Tuhan akan sampai kepada siapa saja yang memiliki niat tulus, tak peduli berapa pun usianya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy