Bidik Prestasi Nasional, 16 Duta Bahasa Pesantren Al Zahrah Bireuen Siap Berlaga di OBA ke-9

Santri Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen
Pembina Bahasa Arab Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen, Ustaz Ikhwan Ramadhan, bersama para santri. Foto: Istimewa

Bireuen – Semangat membara menyelimuti Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen. Sebanyak 12 santri terpilih dan 4 guru berdedikasi resmi didelegasikan untuk bertarung dalam ajang bergengsi Olimpiade Nasional Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat Kabupaten Bireuen yang akan digelar pada Mei 2026 mendatang.

Langkah ini bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan misi membawa nama baik daerah dan pesantren ke kancah nasional.

Formasi Terbaik Al Zahrah

Dua belas santri yang akan berjuang terdiri dari enam santri jenjang Tsanawiyah: Nur Mahlia, Silfia Azha Naura, Maghfirah, Sandi Aulia, Rifki Irdafarma, dan Sidi Sidqi Ramadhan. Sementara dari jenjang Aliyah, delegasi dipercayakan kepada Naeskhi Aniswa, Aufiyaturrima, Humairah, Khaira Hafiza, Sulhan Ariska, dan Keniko Hidayatullah.

Tak hanya santri, para pendidik pun turun gunung menunjukkan kompetensinya. Di jenjang Tsanawiyah ada Ustaz Andiansyah, dan Rizkiyani. Sedangkan jenjang Aliyah diwakili oleh Ustaz Ikhwan Ramadhan, dan Ustazah Jumiati.

Seleksi Ketat dan Persiapan Matang

Pembina Bahasa Arab Al Zahrah, Ustaz Ikhwan Ramadhan, mengungkapkan bahwa para peserta yang terpilih merupakan hasil saringan ketat.

“Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh santri. Namun, untuk memastikan kualitas, mereka harus melewati ujian berbasis komputer. Nama-nama yang muncul hari ini adalah pemilik nilai tertinggi yang siap mengharumkan nama pesantren,” ujar Ustaz Ikhwan, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 15 April 2026.

Batu Loncatan Menuju Timur Tengah

Bagi para santri, OBA bukan sekadar lomba, melainkan jembatan menuju mimpi besar. Aufiyaturrima, salah satu peserta, mengaku motivasi terbesarnya adalah mengejar beasiswa kuliah.

“Saya ingin menguji sejauh mana kemampuan bahasa Arab saya. Jika berhasil menang, sertifikatnya akan menjadi tiket berharga untuk masuk perguruan tinggi jalur beasiswa,” ungkapnya optimistis.

Nada serupa datang dari Sulhan. Santri putra ini bermimpi menembus universitas di Mesir atau negara Timur Tengah lainnya. “Target saya tembus nasional. Saya ingin membuktikan bahwa santri Al Zahrah mampu bersaing di level tertinggi dan membanggakan pesantren,” tegas Sulhan.

Jadwal Kompetisi

Perhelatan yang diinisiasi oleh Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab se-Indonesia ini akan dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting. Berikut jadwal lengkapnya:

Seleksi Kabupaten (Guru): 9 Mei 2026.

Seleksi Kabupaten (Siswa): 16 Mei 2026.

Seleksi Provinsi: 29 Agustus 2026.

Grand Final Nasional: 10–12 November 2026.

Dukungan dan doa mengalir dari keluarga besar Pesantren Al Zahrah, berharap para duta bahasa ini dapat melaju mulus hingga ke podium juara di tingkat nasional.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy