Selama Puasa hingga Jelang Idulfitri, Omzet Pedagang Peci di Banda Aceh Meningkat

Penjual peci
Pedagang peci di jalan samping kanan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Foto: Antara/Nurul Hasanah

Banda Aceh – Pedagang peci di Banda Aceh ketiban untung selama bulan puasa dan menjelang Idulfitri 1446 Hijriah. Pasalnya, omzet mereka meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu.

Mukhlis, pedagang peci di seputaran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, menyebutkan penjualan peci meningkat hingga 80 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ribuan peci terjual selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, baik melalui penjualan grosir maupun eceran. Permintaan tinggi juga datang dari pedagang di berbagai daerah di Aceh.

Tren tahun ini, kata Mukhlis, warga lebih berminat pada model peci hitam polos tanpa motif. Namun, ragam bentuk dan warna peci lainnya juga tetap laris manis terjual.

Mukhlis memproduksi sendiri peci yang dijual, baik di tokonya maupun di gerai peci lainnya. Dari segi harga, tetap kompetitif. Peci hitam polos dibanderol di kisaran harga mulai dari Rp50 ribu hingga Rp120 ribu, tergantung kualitas yang diinginkan pembeli.

Pedagang peci lainnya, Muda Wali, mengatakan omzet penjualan peci meningkat mencapai Rp1 hingga 4 juta per hari selama bulan puasa, dibandingkan hari biasa hanya Rp500-700 ribu.

Menurut Muda Wali, permintaan peci mulai meningkat sejak hari puasa pertama. Model peci yang dicari pembeli pun bervariasi, dengan harga berkisar antara Rp65 ribu hingga Rp95 ribu.

Pendatang dari luar Aceh, kata dia, mencari peci dengan motif Aceh. Sedangkan pembeli lokal Aceh mencari peci Aceh berwarna hitam polos tanpa motif.

“Kalau di saya kebanyakan pembeli datang dari Pulau Jawa, mereka cari peci motif Aceh dengan harga Rp65 ribu.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy