Serba-serbi Polemik Ijazah Palsu Jokowi

Keterangan Pers Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo di IKN, 12 Agustus 2024. Foto: Tangkap layar video Sekretariat Presiden
Keterangan Pers Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo di IKN, 12 Agustus 2024. Foto: Tangkap layar video Sekretariat Presiden

Jakarta – Rumor ijazah palsu Jokowi, tepatnya ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta menyeruak selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, saat Jokowi belum lengser dari kursi presiden pun, rumor ini bertahan dengan baik, terutama di media sosial.

Bahkan, rumor itu kemudian berkembang ke ranah hukum. Tercatat ada beberapa gugatan yang dilayangkan dan selalu dimenangkan Jokowi.

Salah satunya, dilakukan Bambang Tri Mulyono pada Oktober 2022. Penulis buku ‘Jokowi Undercover’ ini mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Oktober 2022. Ia menuding bahwa ijazah sarjana Jokowi dari UGM palsu.

Bahkan Bambang kemudian dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena disebut menyebarkan ujian kebencian soal berita bohong ijazah palsu sang presiden hingga menimbulkan keonaran.

Setelah Jokowi lengser, dugaan ijazah palsu Jokowi kembali ramai setelah seorang mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, memaparkan analisisnya di kanal YouTube Balige Academy pada Selasa, 11 Maret 2025. Saat itu, ia mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi dari UGM.

Rismon menilai penggunaan font Times New Roman dalam ijazah Jokowi seharusnya belum ada pada era 1980-1990-an.

Baca juga: Apa Dampaknya Kalau Ijazah Jokowi Terbukti Palsu? Berikut Tafsir Hukum Mahfud MD

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam video berjudul “Ijazah Palsu Joko Widodo Berdasarkan Analisa Jenis Font dan Operating System”. Ia berpendapat bahwa analisanya bisa menjadi bukti kuat untuk meragukan keaslian dokumen tersebut.

Hal ini lantas memicu perdebatan publik, ada yang percaya dan ada yang sebaliknya. Terlebih, Jokowi maupun pihak kuasa hukum tidak pernah menunjukkan ijazah aslinya kepada publik, meski sudah beberapa kali memenangkan gugatan.

Tanggapan UGM

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, memastikan bahwa ijazah eks Gubernur DKI Jakarta itu asli. Menurut Sigit, teman satu angkatan mantan Kepala Negara mengenal baik sosok Jokowi.

Eks Wali Kota Solo itu disebut aktif di kegiatan mahasiswa (Mapala Silvagama) dan tercatat menempuh banyak mata kuliah serta mengerjakan skripsi.

Baca juga: Jokowi Tunjukkan Ijazah Fakultas Kehutanan UGM ke Wartawan: Jangan Difoto Ya

“Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini,” tutur Sigit dalam siaran pers UGM.

Soal penggunaan font Times New Roman di sampul skripsi dan ijazah, Sigit menegaskan bahwa di tahun itu sudah jamak mahasiswa menggunakan font atau huruf yang hampir mirip dengannya, utamanya untuk mencetak sampul dan lembar pengesahan di tempat percetakan.

Bahkan, di sekitaran kampus UGM, sudah terdapat percetakan seperti Prima dan Sanur yang menyediakan jasa cetak sampul skripsi.

“Fakta adanya mesin percetakan di Sanur dan Prima juga seharusnya diketahui yang bersangkutan karena yang bersangkutan juga kuliah di UGM,” tegasnya dalam keterangan pers.

Sementara soal penyebab nomor seri ijazah hanya memakai angka dan tidak menggunakan klaster, universitas kala itu belum memiliki kebijakan penyeragaman.

Baca juga: Wanprestasi karena Mobil Esemka, Jokowi Digugat Rp300 Juta

Fakultas Kehutanan pada akhirnya memiliki kebijakan sendiri.

“Nomor tersebut berdasarkan urutan nomor induk mahasiswa yang diluluskan dan ditambahkan FKT, singkatan dari nama fakultas,” katanya.

Tunjukkan Ijazah ke Media

Jokowi sempat menunjukkan ijazah-ijazahnya kepada awak media di rumahnya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 16 April 2025. Ijazah yang ditunjukkan Jokowi tersebut mulai dari ijazah SD, SMP, SMA, hingga dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Momen itu terjadi sebelum kedatangan massa dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) di kediaman Jokowi pada Rabu, 16 April 2025.

Saat itu, sejumlah awak media yang berada di depan rumah ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut dipersilakan masuk ke dalam oleh ajudan Jokowi.

Namun sebelum masuk ke dalam rumah, para wartawan diminta untuk mengumpulkan ponsel atau kamera di depan dan tidak dibawa ke dalam. Sebelum menunjukkan ijazah-ijazahnya, Jokowi mewanti-wanti agar ijazah-ijazah itu tidak difoto.

Jokowi kemudian menunjukkan ijazah-ijazahnya yang ada dalam map. Ada dua map yang ia perlihatkan. Satu map berisi ijazah Jokowi dari SD hingga SMA, sedangkan satu map lainnya berisi ijazah UGM.

Di setiap ijazah, terlihat pasfoto Jokowi sesuai jenjang sekolahnya. Di ijazah UGM, tampak foto Jokowi mengenakan kaca mata.

Namun Jokowi enggan menunjukan ijazahnya saat menerima perwakilan TPUA di dalam kediamannya di hari yang sama. Pertemuan itu berlangsung sekitar 30 menit. Namun dalam pertemuan itu Jokowi tidak menunjukkan ijazahnya kepada mereka.

Tim kuasa hukum Jokowi menyatakan hanya akan menunjukkan ijazah asli Jokowi jika memang diminta secara hukum.

Salah satu Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, mengungkapkan bahwa tim pengacara merasa tidak memiliki kewajiban secara hukum untuk menunjukkan fisik ijazah tersebut kepada publik.

“Memang sejak 2 tahun lalu, kami tim hukum sudah mengkaji dan sepakat untuk tidak menunjukkan ijazah aslinya, sekalipun kami semua sudah melihat langsung secara fisik ijazah aslinya tersebut,” kata Rivai.

Di sisi lain, tim kuasa hukum melihat bahwa permintaan untuk menunjukkan ijazah bukan untuk menguji kebenaran, melainkan untuk memojokkan dan kepentingan-kepentingan lainnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy